Sering Dapat Ancaman, Wartawan Pakistan Ditabrak Mobil

Arpan Rahman    •    Rabu, 14 Jun 2017 15:38 WIB
pakistan
Sering Dapat Ancaman, Wartawan Pakistan Ditabrak Mobil
Aparat kepolisian Pakistan bersiaga di kota Jinnah, Quetta, 24 Mei 2017. (Foto: AFP/BANARAS KHAN)

Metrotvnews.com, New York: Ancaman pembunuhan dan upaya menyudahi hidup jurnalis Rana Tanveer dari Express Tribune menuai kecaman dari Committee to Protect Journalists (CPJ). 

Menurut CPJ, polisi dan jaksa Pakistan harus menyelidiki aksi membahayakan awak media dan menyeret pelakunya ke pengadilan.

Tanveer mengaku kepada CPJ bahwa sebuah mobil dikemudikan ke arahnya dalam kecepatan tinggi, saat ia sedang menaiki sepeda motor di sebuah jalan kecil di Lahore pada 9 Juni 2017. 

Hantaman mobil mematahkan kakinya. Tanveer meyakini kejadian merupakan sesuatu yang disengaja. 

Pada 30 Mei 2017, wartawan yang telah banyak menulis tentang agama minoritas di Pakistan itu terkejut karena rumahnya di Lahore telah dirusak seseorang. Perusakan disertai sebuah pesan, yang menyebut Tanveer sebagai pendukung sekte Islam Ahmadi.

Kepada CPJ, Tanveer berkata dia meninggalkan rumahnya dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Namun polisi tidak membuka Laporan Informasi Tangan Pertama, yang diperlukan untuk penyelidikan.

Tanveer mengaku telah menerima beberapa ancaman selama bertahun-tahun, baik di tempat kerja maupun di rumah. Kira-kira tiga bulan lalu, seorang penelepon tak dikenal meminta pemilik rumah kontrakan untuk berhenti menyewakan tempat tinggal kepada Tanveer.  

Pada 2013, dia menerima surat ancaman di kantornya. Satu tahun berikutnya, Tanveer menerima beberapa telepon bernama ancaman atas sejumlah liputannya.

Dalam rilis yang diterbitkan CPJ, Selasa 13 Juni 2017, Tanveer menuturkan bahwa dia melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Tapi pihak berwajib tidak melakukan tindakan apapun. Polisi perlu menyelidiki, kata Tanveer, demi memastikan siapa yang menabraknya.

"Sangat memalukan. Polisi gagal bertindak saat Rana Tanveer melaporkan ancaman terhadap hidupnya," kata Direktur Eksekutif CPJ Joel Simon. 

"Kami meminta pihak berwenang segera memberi keadilan kepada mereka yang bertanggung jawab atas perusakan rumah Tanveer."

Polisi di Lahore tidak menanggapi telepon serta surat elektronik dari CPJ.


(WIL)