Mundurnya PM Pakistan, AS Harapkan Transisi Politik Mulus

Arpan Rahman    •    Sabtu, 29 Jul 2017 12:08 WIB
pakistan
Mundurnya PM Pakistan, AS Harapkan Transisi Politik Mulus
Nawaz Shariff mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Pakistan (Foto: EPA).

Metrotvnews.com, Islamabad: Bereaksi terhadap pengunduran diri Perdana Menteri Nawaz Sharif, Amerika Serikat (AS) pada Jumat 28 Juli mengharapkan 'transisi politik yang mulus'. Sementara China menyebutnya urusan internal Pakistan.
 
 
"Ini urusan internal Pakistan. Sebagai tetangga yang baik, China berharap agar semua partai dan bagian di Pakistan dapat memprioritaskan kepentingan negara dan nasional, menangani urusan domestik mereka dengan baik, menjaga persatuan dan stabilitas, serta tetap memusatkan perhatian pada pembangunan ekonomi dan sosial," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang, dikutip APP.
 
Pada situasi politik terakhir di Pakistan, dia katakan, "Kami telah mencatat laporan yang relevan". Seraya menambahkan, persahabatan sejak lama antara China dan Pakistan telah bertahan dalam berkali-kali ujian.
 
"Kami percaya bahwa kemitraan strategis China-Pakistan tidak akan terpengaruh oleh perubahan situasi di Pakistan," kata Lu seperti dilansir The Express Tribune, Sabtu 29 Juli 2017.
 
"China siap bekerja sama dengan Pakistan untuk terus membangun Belt and Road (proyek Sabuk Ekonomi Jalan Sutra dan Jalan Sutra Maritim abad ke-21) bersama-sama membangun komunitas masa depan bersama, yang melayani kepentingan mendasar kedua negara dan masyarakat serta mendorong perdamaian serta pembangunan kawasan dan sekitarnya," tambahnya.
 
Sementara itu, Washington mengatakan bahwa AS mengatakan sedang menanti transisi politik yang mulus di Pakistan saat Perdana Menteri Nawaz Sharif mengundurkan diri setelah putusan Mahkamah Agung. Pengadilan juga mengeluarkan perintah diskualifikasi Menteri Keuangan Ishaq Dar dari jabatannya.
 
Perintah diskualifikasi dikeluarkan terhadap Sharif dan Dar, terkait klaim korupsi yang diarahkan kepada mereka.
 
Kantor Perdana Menteri Pakistan menyebutkan bahwa Sharif memutuskan mundur, meskipun menunjukkan keberatan atas proses hukum ini.



(FJR)