Mekanisme Penyaluran Bantuan ke Rakhine Belum Disepakati

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 11 Sep 2017 22:05 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Mekanisme Penyaluran Bantuan ke Rakhine Belum Disepakati
Menlu Retno Marsudi (kiri) bersama pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi di Myanmar, Desember 2016. (Foto: MoFA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan hingga saat ini bantuan belum bisa ke masuk Rakhine, meski pemerintah Myanmar sudah memutuskan membuka akses ke negara bagian tersebut. Hal ini terjadi karena belum disepakatinya mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan.

Dalam pertemuan dengan Aung San Suu Kyi pekan lalu di Naypyitaw, Menlu Retno membahas mengenai akses bantuan kemanusiaan. Terjadi kesepakatan bahwa penyaluran bantuan kemanusiaan tetap akan dilakukan pemerintah Myanmar dengan bantuan Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

"Bantuan ke Myanmar saat ini belum kita berikan karena modal dari penyaluran bantuan, paling tidak per jamnya, belum disepakati mekanismenya antara pemerintah Myanmar dengan ICRC," ujar Menlu Retno, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin 11 September 2017.

Mengetahui hal ini, Menlu Retno langsung bertanya kepada Penasihat Nasional Myanmar mengenai mekanismenya.

"Saat kita bertemu, kita sepakat untuk mempercepat bantuan kemanusiaan ke semua pihak. Karena itu, bantuan ke Myanmar masih kita tunda," serunya.

Bantuan yang akan diberikan ke masyarakat Rakhine berupa tenda, makanan dan obat-obatan. Ada juga bantuan pendirian pusat pengungsian di tiga wilayah di Rakhine.

Baca: Menlu Retno: Myanmar Buka Akses Bantuan Kemanusiaan ke Rakhine

Pendekatan Inklusif

Sementara untuk bantuan ke Bangladesh, negara penampung pengungsi Rohingya, direncanakan akan dikirim dalam waktu dekat. Menlu Retno hari ini melakukan pertemuan dengan Menteri Sekretariat Negara, Panglima, Kasau, Mendag, Menko PMK, dan Menteri Kesehatan.

"Bantuan semoga dalam pekan ini sudah bisa kita berangkatkan ke Bangladesh. Tim advance kita, malam ini sudah akan berangkat ke Bangladesh," imbuhnya.

Indonesia adalah salah satu negara yang bisa masuk ke Myanmar untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Myanmar membukakan akses dikarenakan pendekatan inklusif yang dilakukan Indonesia.

Konflik terbaru di Rakhine meletus setelah terjadinya penyerangan oleh grup militan ARSA ke sejumlah pos keamanan di perbatasan Myanmar pada 25 Agustus.

Militer Myanmar membalasnya dengan operasi perburuan militan, yang berimbas buruk pada masyarakat sipil Rakhine.

 


(WIL)