PM Malaysia Perintahkan Penyelidikan Kebakaran Sekolah Darul Quran

Arpan Rahman    •    Kamis, 14 Sep 2017 10:55 WIB
kebakaranmalaysia
PM Malaysia Perintahkan Penyelidikan Kebakaran Sekolah Darul Quran
Darul Quran Ittifaqiyah yang mengalami kebakaran (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Sedikitnya 25 siswa dan guru meninggal dalam kebakaran di sebuah sekolah agama di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.
 
Api menyala di Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah pada dini hari. "Jumlah korban tewas adalah 23 siswa dan dua pengawas," kata Khirudin Drahman, direktur departemen pemadam kebakaran dan penyelamatan, kepada AFP.
 
"Saya pikir ini adalah salah satu bencana kebakaran terburuk di negara ini dalam 20 tahun terakhir," ucapnya.
 
"Tidak masuk akal bagi banyak orang untuk mati," bubuhnya seperti dilansir BBC, Kamis 14 September 2017.
 
Usia para siswa yang tewas belum diketahui. Tapi sekolah tahfiz Islam -- tempat anak-anak dan remaja belajar Alquran -- biasanya memiliki siswa berusia antara lima sampai 18 tahun. Para siswa sering kali tinggal menetap di sekolah.
 
Masalah keamanan
 
Gambar dan video yang beredar secara daring menunjukkan seluruh ruangan tingkat atas sekolah, tempat para siswa tidur, terbakar.
 
Pejabat mengatakan bahwa pemadam kebakaran berada di lokasi dalam beberapa menit. Kobaran api berhasil dijinakkan dalam waktu satu jam.
 
Gambar-gambar yang beredar kemudian menunjukkan tempat-tempat tidur hangus di dalam sekolah dan juga jendela di lantai paling atas.
 
Sejumlah siswa pun dilaporkan dibawa ke rumah sakit. Beberapa menderita gangguan pernapasan akibat terhirup asap.
 
Perdana Menteri Najib Razak telah mencuitkan simpati bagi mereka yang terkena dampak. Sementara seorang menteri, Loga Bala Mohan, mengatakan bahwa insiden tersebut harus segera diselidiki "sehingga kita dapat mencegah bencana di masa depan".
 
"Kami bersimpati kepada keluarga para korban, ini adalah salah satu kebakaran terburuk yang mengambil begitu banyak nyawa di Kuala Lumpur dalam beberapa tahun terakhir," kata Mohan, menurut AFP.
 
Pihak berwenang Malaysia sudah mengungkapkan kekhawatiran tentang tindakan keselamatan di sekolah agama swasta yang tidak memadai. Laporan media lokal menyatakan terjadi lebih dari 200 kebakaran di sekolah tersebut sejak tahun 2015.



(FJR)