Australia Tawarkan Latih Prajurit Filipina untuk Perangi ISIS

Willy Haryono    •    Selasa, 29 Aug 2017 12:24 WIB
isisfilipinaterorisme di filipina
Australia Tawarkan Latih Prajurit Filipina untuk Perangi ISIS
Menlu Australia Julie Bishop (kiri) bersama Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Manila, 7 Agustus 2017. (Foto: AFP/TED ALJIBE)

Metrotvnews.com, Canberra: Australia menawarkan melatih personel militer Filipina untuk mengatasi sepak terjang kelompok militan Islamic State (ISIS) di kota Marawi dan area sekitarnya. 

Canberra menilai ancaman ISIS di Marawi sudah "sangat mengkhawatirkan."

Pasukan Filipina telah mengepung militan ISIS di Marawi sejak hampir 100 hari terakhir. Namun para militan lokal, yang mengibarkan bendera hitam khas ISIS, masih bertahan dari gempuran artileri dan serangan udara. 

Australia, yang memiliki program kerja sama pertahanan ekstensif dengan Filipina, telah mengirimkan dua pesawat pengintai AP-3C Orion. 

Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengaku telah berbicara dengan Presiden Rodrigo Duterte yang ingin memperkuat militer Filipina. 

"Kami siap mendukung Filipina seperti kami mendukung Irak dalam peran penasihat, pendukung dan pelatihan," sebut Bishop, seperti dikutip AFP, Selasa 29 Agustus 2017.

"Saya telah berbicara dengan Presiden (Duterte) mengenai beberapa detail dukungan yang telah kami berikan kepada Irak, yang tidak meliputi pasukan darat. Kami membantu lewat peran penasihat dan pendukung," lanjut dia. 

Negeri Kanguru adalah bagian dari koalisi global pimpinan Amerika Serikat (AS) yang memerangi ISIS di Irak dan Suriah. Australia menempatkan 780 personel militernya di Timur Tengah. 

Bishop menyebut kehadiran ISIS di Asia Tenggara merupakan hal yang "sangat mengkhawatirkan." Selain Australia, tawaran dukungan untuk Filipina juga datang dari AS, Malaysia dan Indonesia. 

Duterte mendeklarasikan status darurat militer di seantero Mindanao, kawasan dengan populasi 20 juta orang, pada 23 Mei. Status diterapkan tak lama setelah para militan mengibarkan bendera ISIS.

 


(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

9 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA