Diduga Bocorkan Data HIV, Pria AS Ditangkap di Kentucky

Arpan Rahman    •    Rabu, 30 Jan 2019 18:01 WIB
singapurahivhiv/aids
Diduga Bocorkan Data HIV, Pria AS Ditangkap di Kentucky
Ilustrasi penggunaan internet. (Foto: Medcom.id)

Kentucky: Seorang pria Amerika Serikat yang diduga telah membocorkan informasi pribadi 14.200 orang dari daftar pengidap virus HIV di Singapura ternyata telah ditangkap di Kentucky, AS. 

Menurut data pengadilan dan penangkapan otoritas AS yang dilihat Channel News Asia, Mikhy K Farrera-Brochez, 34, telah ditangkap di rumah ibunya di Clark County pada Desember tahun lalu. Ia kemudian didakwa pasal pelanggaran masuk ke wilayah orang tanpa izin.

Senin 28 Januari, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa Brochez telah membocorkan informasi pribadi 14.200 pengidap HIV di dunia maya. Mantan guru itu pernah mendekam di penjara pada 2016 karena berbohong mengenai status HIV-nya agar dapat bekerja di Singapura.

Brochez, yang juga didakwa kasus penipuan dan kejahatan terkait narkotika, telah dijatuhi vonis 28 bulan penjara.

April tahun lalu, dia dideportasi dari Singapura. Namun kali ini, Negeri Singa Putih kembali menginginkan Brochez dalam kasus pembocoran data.

"Kami mengharapkan bantuan mitra asing untuk membantu investigasi kami. Kami belum dapat berkomentar lebih lanjut karena investigasi masih berjalan," kata pernyataan resmi Kepolisian Singapura, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu 30 Januari 2019. Singapura tidak mengelaborasi mitra asing mana yang dimaksud.

Camille Dawson, juru bicara Kedutaan Besar AS di Singapura, mengaku belum dapat berkomentar mengenai investigasi kasus yang masih berjalan.

Setelah tiba di Singapura dari AS pada 2008, Brochez menipu Kementerian Tenaga Kerja di sana dan berhasil mendapatkan izin bekerja. Dia tidak menyerahkan sampel darah miliknya sendiri agar tidak ketahuan berstatus HIV positif. Sampel darah yang diberikan adalah milik Ler Teck Siang, seorang dokter Singapura yang sempat menjalin kasih dengan Brochez.


(WIL)