Tiga Saran Menlu Retno untuk Bali Process

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 07 Aug 2018 16:42 WIB
bali process
Tiga Saran Menlu Retno untuk Bali Process
Pembukaan Bali Process 2018. (Dok: Antara).

Nusa Dua: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyarankan tiga hal yang mampu dikerjakan dalam Bali Process 2018. Saran ini untuk meningkatkan kerja sama dalam menanggulangani kejahatan manusia.

"Pertama, agar kita mampu memperkuat kapasitas Bali Process di tingkat multilateral, regional dan bilateral untuk melawan bentuk-bentuk kejahatan lintas batas tersebut," ucapnya di Nusa Dua, Bali, Selasa 7 Agustus 2018.

Kedua, Retno mendesak agar negara peserta mampu meningkatkan partisipasi. Dia berharap organisasi multilateral lain di kawasan dapat bergabung dalam forum tersebut, diantaranya ASEAN.

Retno menambahkan kerja sama dalam Bali Process sudah harus semakin diintensifkan, tak hanya dalam pemerintah, namun juga untuk pelaku bisnis dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

"Kejahatan lintas batas, penyelundupan manusia dan perdagangan orang bukan saja kerja pemerintah, namun kerja sama masyarakat internasional," tuturnya.

"Sudah waktunya agar kita semakin mengintensifkan kemitraan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan organisasi masyarakat sipil untuk saling bahu-membahu melawan perdagangan orang dan penyelundupan manusia," jelas Retno.

Bali Process merupakan wadah yang dibentuk untuk memperkuat dan saling berbagi mengenai penanggulanganan penyelundupan manusia, perdagangan orang dan kejahatan lintas nasional lainnya. Anggotanya terdiri dari 43 negara anggota kawasan Asia Pasifik, tiga organisasi internasional, dan 18 negara mitra.


(WIL)