Menlu Jepang akan Diskusikan KTT Korea di Seoul

Willy Haryono    •    Rabu, 11 Apr 2018 11:04 WIB
politik jepangkorsel-korut
Menlu Jepang akan Diskusikan KTT Korea di Seoul
Menlu Jepang Taro Kono (kiri) berjabat.tangan dengan Menlu Korsel Kang Kyung-wha di Seoul, 11 April 2018 (Foto: AFP/POOL/LEE JIN-MAN)

Seoul: Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono berada di Korea Selatan (Korsel) untuk bertemu Menlu Kang Kyung-wha, Rabu 11 April 2018 pagi waktu setempat. Kono datang dengan membawa sejumlah isu yang ingin diserukan Tokyo, termasuk rencana konferensi tingkat tinggi Korsel dengan Korea Utara (Korut). 

Kunjungan Menlu Jepang ke Korsel, yang baru kali ini terjadi sejak lebih dari dua tahun terakhir, terjadi di tengah tingginya aktivitas diplomatik di Asia timur. 

Kono ingin menyuarakan kekhawatiran Jepang serta mengetahui informasi terkini mengenai rencana pertemuan pemimpin Korut Kim Jong-un dengan Presiden Korsel Moon Jae-in dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kim Jong-un telah bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam lawatan luar negeri pertamanya bulan lalu. Kedatangan Kim bertujuan mencari dukungan menjelang rencana pertemuan dengan Trump.

Mengenai dua pertemuan besar yang akan datang, Jepang selama ini hanya menjadi 'penonton.' Wacana adanya pertemuan ketiga antara Kim dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah tidak lagi terdengar sejak pertama kali digaungkan bulan lalu. 

Baca: Istri Kim Jong-un akan Temani Suami di KTT Korsel

Kini, Tokyo terpaksa mengandalkan Korsel dan AS untuk mengatasi kekhawatirannya mengenai isu Korut, yang tahun lalu menembakkan beberapa misil melewati langit Negeri Sakura. 

"Merupakan hal penting bagi Jepang, AS dan Korsel untuk saling berbagi informasi dan berkoordinasi dengan baik," ujar juru bicara pemerintahan Jepang, Yoshihide Suga, seperti dilansir AFP

Sementara itu selain mengenai isu nuklir dan misil Korut, Kono mengaku akan mencoba memastikan kepada Korsel bahwa masalah "penculikan warga Jepang juga dibahas dalam KTT Korea."

Ia merujuk pada penculikan warga Jepang oleh agen-agen Korut di era 1970 dan 1980-an. Para warga yang diculik kemudian diminta mengajari Bahasa Jepang kepada mata-mata Korut sebagai bekal untuk menjalankan beragam misi.

Namun hubungan Jepang dengan Korsel masih belum terlalu baik dalam beberapa tahun terakhir. Keduanya masih berseteru dalam beragam isu -- termasuk soal budak seks era Perang Dunia II.


(WIL)