Tiga Orang Tewas dalam Demonstrasi Pengangguran di Irak

Arpan Rahman    •    Selasa, 17 Jul 2018 18:08 WIB
irak
Tiga Orang Tewas dalam Demonstrasi Pengangguran di Irak
Warga bentrok dengan petugas keamanan dalam demo memprotes kemiskinan di kota Najaf, Irak selatan, 14 Juli 2018. (Foto: AFP/HAIDAR HAMDANI)

Samawa: Setidaknya tiga demonstran tewas dan puluhan lainnya terluka dalam unjuk rasa memprotes kemiskinan di Irak. Irak adalah negara kaya minyak, namun wilayah selatannya dilanda kemiskinan.

Pada Minggu 15 Juli, pasukan keamanan menembaki kerumunan pengunjuk rasa di kota Samawa, 273 kilometer dari Baghdad. Penembakan menewaskan sedikitnya dua orang, yang juga memicu massa menyerbu sebuah gedung pengadilan.

Seperti disitat dari Independent, Selasa 17 Juli 2018, penembakan terjadi menyusul kematian seorang demonstran pada Selasa pekan lalu di Basra. Puluhan orang juga terluka, termasuk 50 di Basra, pada bentrokan akhir pekan kemarin. 

Pasukan keamanan Irak mulai melakukan penangkapan massal, dengan menyebut lebih dari 30 aparat terluka saat menangani demonstrasi.

Gelombang kekerasan di Irak bagian selatan yang semakin meningkat memberikan tekanan terhadap Perdana Menteri Haider al-Abadi, yang berusaha memangku masa jabatan kedua usai pemilihan umum parlemen pada 12 Mei. 

Sepanjang akhir pekan kemarin, PM Haider meminta pasukan keamanan untuk bersiaga penuh.

Aktivis dan jurnalis mengatakan kepada Independent bahwa kondisi hidup yang buruk di Irak selatan menjadi alasan utama di balik ledakan kemarahan warga.

"Pengunjuk rasa memiliki satu tuntutan utama, yakni pekerjaan untuk para pemuda. Tidak ada pekerjaan apapun di sana, meskipun wilayah selatan adalah daerah kaya minyak. Air bersih juga tidak ada," kata Ahmed Abdulasmar, jurnalis asal Basra.

Menurut keterangan otoritas lokal Basra, sekitar 1.000 proyek di kota tersebut terhenti di tengah jalan karena kekurangan dana. 

Hanya sedikit sekolah di sana, dan hampir tidak ada air bersih yang cukup bagi semua warga. Mereka yang tidak mampu membeli air kemasan, terpaksa harus meminum air asin yang dapat membuat mereka sakit.


(WIL)