Sebelum ke Indonesia, USS Coronado Sambangi Guam

Sonya Michaella    •    Kamis, 14 Sep 2017 21:04 WIB
indonesia-as
Sebelum ke Indonesia, USS Coronado Sambangi Guam
USS Coronado berlabuh di Jakarta (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebelum menuju ke Indonesia, USS Coronado milik Amerika Serikat (AS) sempat menyambangi Guam, Pasifik. Guam sendiri merupakan pangkalan militer AS.
 
"Sebelum ke Jakarta, kami berlayar dulu ke Guam. Kami sandar selama lima hari di sana untuk melakukan beberapa latihan," kata Komandan USS Coronado Letkol Laut Douglas Meagher, ketika berbicara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 14 September 2017.
 
Kendati demikian, ia tak menjabarkan lebih lanjut soal kegiatan USS Coronado di Guam. Padahal, pangkalan militer AS tersebut kini sedang diincar oleh Korea Utara di mana Negara Komunis tersebut kerap mengancam akan meluncurkan rudal balistik.
 
Ketika ditanya apakah ada latihan bersama dengan Angkatan Laut Indonesia saat USS Coronado berada di Jakarta, Komandan Meagher tak mengiyakan namun tak juga menyangkal.
 
"USS Coronado mewujudkan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dengan adanya kunjungan ini," ungkapnya.


Letnan Kolonel Douglas Meagher (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).
 
 
USS Coronado termasuk kapal perang untuk medan di pesisir laut yang dikembangkan Angkatan Laut AS untuk operasi medan yang dekat dengan daratan.
 
Kapal perang ini juga memiliki teknologi siluman dan sistem operasional yang canggih. USS Coronado juga memiliki sebuah modul yang memungkinkan sebuah kapal jenis ini bisa melakukan berbagai fungsi operasi yang dibutuhkan, seperti penyapu ranjau, operasi anti-kapal selam dan juga terlibat dalam perang permukaan.
 
Persenjataan utama USS Coronado adalah empat buah peluncur roket pengecoh rudal chaff, satu buah kubah meriam kaliber 57mm, sistem rudal SeaRAM dengan 11 tabung peluncur untuk pertahanan jarak pendek dan dua buah senapan mesin kaliber 30 mm dengan sistem modul rantai dan dirancang untuk mendukung penembakan rudal.
 
"Selain senjata utama sudah terpasang, USS Coronado juga membawa sepasang helikopter jenis Sikorsky MH-60R berukuran sedang," tutur dia.
 
Pada Juli 2016 lalu, USS Coronado pernah berpartisipasi dalam latihan gabungan skala besar "Cincin Pasifik" di Laut Pasifik yang melibatkan ratusan peserta dari negara sekutu AS.

 
Latihan CARAT
 
Sebelumnya Angkatan laut Amerika Serikat dan TNI-AL akan bergabung serta bertukar keterampilan dalam latihan militer bersama (Latma) “Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT)” Ke-23, yang berlangsung pada 7-13 September.
 
Kegiatan latihan lapangan akan digelar di Surabaya, sementara kegiatan di laut dan udara akan bertempat di Laut Jawa dan Laut Bali. Latma bertujuan untuk memperkuat kerja sama keamanan maritim antara AS dan Indonesia.
 
"Sebagai bangsa maritim yang memiliki kesamaan nilai-nilai dan kepentingan strategis, Amerika Serikat dan Indonesia memiliki kemitraan angkatan laut yang komprehensif dan terus berkembang, yang didasari oleh rasa saling menghormati," ungkap Laksamana Muda Don Gabrielson, Komandan Gugus Tugas 73 Angkatan Laut AS, dalam keterangan tertulis Kedubes AS yang diterima Metrotvnews.com, 7 September lalu. 
 
"Amerika Serikat menghormati peran Indonesia sebagai pemimpin di kawasan dalam bidang keamanan maritim, dan kami ingin membantu Indonesia meningkatkan kemampuannya dalam menjaga stabilitas dan melindungi sumber dayanya," imbuhnya. 
 
Laksamada Muda Gabrielson juga mengatakan bahwa, "CARAT mempererat kemitraan maritim AS dan Indonesia serta memainkan peran penting dalam menciptakan rasa saling percaya, kekeluargaan, dan persahabatan selama lebih dari 23 tahun. Kapan pun angkatan laut kita bekerja sama, kami selalu melihat manfaatnya bagi kedua pihak."
 
Di samping prajurit TNI AL, CARAT kali ini juga akan diikuti oleh lebih dari 300 personel angkatan laut dan Korps Marinir AS.  Latma ini akan menampilkan serangkaian pelatihan di laut mencakup pertempuran permukaan,  penanggulangan teroris dan perompakan di atas kapal (Visit, Board, Seach, and Seizure atau VBSS), latihan persenjataan serta operasi patroli laut.
 
Kegiatan lainnya mencakup serangkaian seminar, yang memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk berbagi praktik terbaik terkait taktik di angkatan laut. Selain juga ada pertukaran keterampilan dalam bidang kemaritiman, seminar bidang penerbangan, hukum militer, dan simposium pertempuran permukaan laut.  
 
"TNI AL adalah mitra yang sangat berharga bagi kami dan kami bekerjasama untuk memastikan keamanan maritim," ungkap Kolonel Laut Lex Walker, komandan Destroyer Squadron 7. 
 
"CARAT Indonesia merupakan kesempatan yang unik bagi kedua angkatan laut untuk bekerja sama lebih erat lagi dan meningkatkan keterampilan," pungkas Kolonel Walker.
 
Unit-unit angkatan laut AS yang terlibat dalam latihan ini mencakup kapal ekspedisi transportasi cepat USNS Fall River (T-EPF-4), pesawat patroli maritim P-3C Orion, dan personil marinir AS dari Satuan Ekspedisi Marinir III.
 
Indonesia telah mengikuti latma CARAT sejak 1995.  Setelah lebih dari dua dekade latma tahunan tersebut digelar,  CARAT Indonesia tetap menjadi contoh kerjasama yang berkembang dalam tingkat kompleksitasnya dan memungkinkan kedua angkatan laut menyempurnakan operasi dan taktik dalam menghadapi tantangan yang bersifat tradisional maupun non-tradisional yang mengancam keamanan laut.



(FJR)

Bersama Membantu Rohingya

Bersama Membantu Rohingya

1 hour Ago

AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan…

BERITA LAINNYA