Sejumlah Wanita dan Anak-anak di Marawi Tembaki Pasukan Filipina

Sonya Michaella    •    Selasa, 05 Sep 2017 10:17 WIB
terorisme di filipina
Sejumlah Wanita dan Anak-anak di Marawi Tembaki Pasukan Filipina
Pasukan militer Filipina di Marawi. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Manila: Sejumlah wanita dan anak-anak ikut bergabung dalam kelompok militan di Marawi dan mengangkat senjata melawan pasukan pemerintah Filipina.

Pemimpin militer Mindanao Barat, Letnan Jenderal Carlito Galves mengatakan, jumlah militan kini mulai berkurang, tetapi di dalam pejuang tersebut terdapat wanita dan anak-anak.

"Pasukan kami di lapangan melihat wanita dan anak-anak ikut menembaki pasukan kami. Mungkin mereka anggota keluarga militan," kata Galves, seperti dikutip dari Asian Correspondent, Selasa 5 September 2017.

"Kami sekarang berada di tahap akhir operasi dan kami mengharapkan krisis ini segera berakhir," lanjut dia.

Galvez mengatakan bahwa saat ini masih ada ada sekitar 56 sandera, kebanyakan dari mereka wanita, dan sekitar 80 penduduk laki-laki dipaksa mengangkat senjata dan melawan militer.

Menurut laporan, lebih dari 800 orang telah tewas dalam pertempuran tersebut. Mayoritas dari mereka adalah militan kelompok Maute. Bentrokan pecah sejak 23 Mei yang lalu dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte menetapkan status darurat di Marawi selama dua bulan.

Pertempuran tersebut merupakan tantangan keamanan terbesar selama bertahun-tahun bagi Filipina yang mayoritas beragama Katolik.

Bentrokan yang berkepanjangan dan ketahanan pemberontak telah meningkatkan kekhawatiran bahwa kelompok di Filipina yang setiap kepada ISIS, memiliki hubungan dengan militan Indonesia dan Malaysia.






(WIL)

Bersama Membantu Rohingya

Bersama Membantu Rohingya

1 hour Ago

AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan…

BERITA LAINNYA