Embargo Minyak Diharapkan Bisa Hentikan Program Nuklir Korut

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Sep 2017 16:24 WIB
rudal korut
Embargo Minyak Diharapkan Bisa Hentikan Program Nuklir Korut
Seorang pegawai SPBU berjalan melewati sebuah truk tanki minyak di Pyongyang, Korut, 21 Juli 2017. (Foto: AFP/ED JONES)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Berbagai sanksi terbaru telah disiapkan untuk dijatuhkan ke Korea Utara (Korut). Namun, dari serangkaian sanksi, belum ada yang secara efektif mengekang program senjatanya.

Salah satu sanksi besar yang bisa melumpuhkan perekonomian sekaligus mengekang program senjata adalah dengan mengembargo minyak. Korut diketahui memiliki sedikit sumber daya minyak di negaranya. Untuk urusan bahan bakar, mereka bergantung pada impor.

Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menyarankan agar sekutu terdekat Korut, Tiongkok dan Rusia, untuk menghentikan ekspor minyak ke Pyongyang. Korut yang dipimpin Kim Jong-un mengimpor sekitar 10 ribu barel minyak mentah per hari.

"Hampir semuanya berasal dari Tiongkok, dan mayoritas digunakan untuk Pabrik Kimia Ponghwa," ujar EIA, seperti dilansir AFP, Rabu 6 September 2017.

Data Pusat Perdagangan Internasional menuturkan Pyongyang mengimpor produk minyak sulingan dari Tiongkok seharga USD115 juta. Sementara impor minyak dari Rusia bernilai USD1,7 juta.

Baca: PM Australia Minta Tiongkok Putuskan Pasokan Minyak untuk Korut

"Orang-orang akan dipaksa berjalan kaki atau bahkan tidak melakukan aktivitas apapun. Hanya akan ada sedikit cahaya di rumah-rumah karena keterbatasan minyak tanah," tulis dokumen EIA, mengenai dampak yang akan terjadi jika Korut kehabisan pasokan minyak.

Namun embargo dikhawatirkan menyebabkan lebih banyak deforestasi. Pasalnya, pemerintah Korut akan terpaksa menebang pohon demi arang kayu. Tentunya hal itu bisa menyebabkan lebih banyak erosi dan banjir.

Uji coba bom hidrogen yang dilakukan Korut akhir pekan lalu menjadi perhatian dunia internasional. Berbagai sanksi sudah dibuat untuk diterapkan pada negara terisolasi itu, walau dampaknya belum terlalu signifikan.

Senjata nuklir yang dimiliki Korut disinyalir memiliki tenaga masif, disebut-sebut 10 kali lebih kuat dari bom di Hiroshima pada 1945.

 


(WIL)