Polisi Pukuli Puluhan Jurnalis India yang Meliput Demonstrasi

Arpan Rahman    •    Selasa, 23 May 2017 15:53 WIB
india
Polisi Pukuli Puluhan Jurnalis India yang Meliput Demonstrasi
Polisi India (Foto:AFP)

Metrotvnews.com, New Delhi: Lembaga Committee to Protect Journalists (CPJ) menuntut pejabat kepolisian India mengidentifikasi dan mendisiplinkan aparatnya yang menyerang puluhan jurnalis di kota Kolkata, India selatan, Senin 22 Mei 2017. 

Para jurnalis di lokasi kejadian mengatakan bahwa polisi menyerang puluhan reporter yang meliput sebuah demonstrasi, lalu secara paksa membubarkan demonstrasi yang dilakukan wartawan untuk memprotes perlakuan mereka.

Fotografer Tanmoy Bhaduri melaporkan bahwa polisi menyerang lebih dari 50 wartawan yang meliput pawai demonstrasi ke sekretariat negara Benggala Barat yang digelar oleh Partai Komunis India (Marxist).

"Sekitar pukul 1 siang, polisi mulai memukul orang-orang di dekat Kolkata Press Club," Sukanta Mukherjee, seorang reporter dengan saluran berita ETV kepada CPJ, dikutip dalam sebuah keterangan resmi, pada Selasa 23 Mei 2017.

"Mereka tidak membedakan antara wartawan dan agitator, mereka hanya memukul setiap orang. Kami memutuskan untuk secara damai memprotes tindakan polisi ini pada pukul 14.30 dengan hanya berdiri dan bertanya 'mengapa Anda memukuli kami?' Saat itu, seorang perwira polisi senior memerintahkan pasukan untuk menyerang kami dengan pentungan," cetusnya.

"Seorang wartawan TV di Mayo Road sedang melakukan sambungan telepon langsung dan berjalan di sekitar area tersebut," kata Monideepa Banerjee, editor di saluran berita NDTV, kepada CPJ. "Beberapa petugas polisi yang duduk di sana mendengarnya dan tidak menyukai apa yang dia katakan, jadi mereka bertengkar dengannya. Mereka menyergapnya dan menamparnya. Pada titik ini, wartawan lain melihat apa yang sedang terjadi dan memutuskan untuk memisahkan secara damai. Tidak banyak yang terjadi di sana, dan tiba-tiba, polisi memukuli mereka dengan pentungan," bubuhnya.

Surat kabar berbahasa Inggris DNA melaporkan bahwa "banyak" wartawan dirawat di rumah sakit karena cedera akibat pentungan polisi dan gas air mata. Jurnalis foto Tanmoy Bhaduri mengatakan kepada CPJ bahwa dia tidak sadarkan diri selama 10 menit akibat menghirup gas air mata.

"Memukuli wartawan yang memprotes aksi pemukulan atas mereka yang sebelumnya tidak beralasan membuat polisi melecehkan kebebasan pers ke tingkat yang baru," kata Koordinator Program CPJ Asia Steven Butler dari Washington. "Petugas yang memberikan perintah untuk memukul wartawan di Kolkata harus didisiplinkan, dan polisi harus dilatih untuk melindungi, bukan menyerang wartawan," imbuhnya.

Supratim Sarkar, komisaris satuan Kepolisian Kolkata, mengatakan kepada CPJ melalui SMS bahwa "insiden penyerangan terhadap wartawan tidak diinginkan dan dapat dikecam. Sebuah penyelidikan telah diperintahkan untuk mengidentifikasi personel polisi yang diduga memukul jurnalis. Tindakan di tingkat departemen yang diperlukan akan dimulai untuk mengidentifikasi soal ini," janjinya.

Mukherjee, wartawan ETV, mengatakan bahwa aksi ini adalah insiden kedua dalam sepekan di mana polisi menyerang wartawan di Kolkata. Pada 16 Mei, sekelompok jurnalis foto diserang saat mencoba untuk meliput kebakaran bangunan di lingkungan Park Street, katanya.

"Himadri Roy, juru kamera saya, dan saya berada di sana meliput kejadian tersebut saat seorang petugas polisi mendorong kami ke samping. Akibatnya, salah satu mikrofon kami pecah," kata Mukherjee. "Beberapa menit kemudian, seorang pria berpakaian T-shirt ungu, yang kami identifikasi sebagai sopir mobil van polisi, juga mulai mendorong kami. Dia berkata, 'Apa yang telah saya lakukan adalah hal yang baik,'" pungkasnya.



(WAH)