11 TKI di Korsel Raih Gelar Sarjana

Sonya Michaella    •    Senin, 14 Aug 2017 10:16 WIB
indonesia-korsel
11 TKI di Korsel Raih Gelar Sarjana
Dubes RI untuk Korsel Umar Hadir bersama salah satu wisudawan. (Foto: Dok. KBRI Seoul)

Metrotvnews.com, Seoul: Bekerja enam hari dalam seminggu bukan halangan untuk menuntut ilmu. Buktinya, banyak TKI di Korea diwisuda jadi sarjana. 

Sebanyak 11 mahasiswa TKI Universitas Terbuka Indonesia cabang Korea Selatan, hari Minggu sore kemarin (13 Agustus 2017), diresmikan meraih titel sarjana. Mereka diwisuda di lapangan upacara KBRI Seoul oleh Dubes, Umar Hadi, Wakil Rektor II UT, Dewi A Padmo, PhD, serta Koordinator UT Korea, Syarif Hidayat.

Sebagai TKI yang bergelut enam hari seminggu dengan pekerjaan berat dari pagi hingga malam, masih memiliki semangat untuk belajar. Bahkan diantaranya bisa menyelesaikan kuliah dan meraih titel strata satu.

Bagi Waras asal Trenggalek, salah satu wisudawan dari Program Studi Manajemen, yang memberikan  sambutan atas nama teman-temannya, kesarjanaan ini tidak serta merta bisa diartikan sebuah kesuksesan.

Wisuda ini justru dianggapnya sebagai langkah awal untuk meraih keberhasilan yang penuh persaingan di masa datang.


Dubes Umar Hadi bersama salah satu wisudawan/KBRI Seoul

Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi menilai wisuda kali ini sebagai peristiswa yang penting, karena bertepatan dengan bulan keramat, Agustus. Suatu bulan yang mengingatkam titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan melawan Belanda dan arus global, saat itu.

"Jangan pernah berhenti menuntut ilmu. Kemerdekaan yang telah dibayar dengan peluh dan darah tidak boleh disia-siakan, namun diisi dengan pembangunan yang dilakukan generasi muda yang punya pengetahuan," ucap Dubes Umar.

Seperti keterangan tertulis dari KBRI Seoul kepada Metrotvnews.com, Senin 14 Agustus 2017, para wisudawan kali ini sangat beruntung. Selain mengantongi kesarjanaan, juga meraup banyak hadiah.



Selain dari BNI Seoul, mereka juga menerima aneka hadiah dari  berbagai kelompok masyarakat seperti Komunitas Muslim Indonesia, NU Cabang Korea, Indonesia Trade Promition Centre, Bakso Bejo Korea dan banyak lagi yang lainnya. Para wisudawan tampak kesulitan membawa pulang hadiah yang berjibun.

Saat ini, terdapat 2100 WNI di luar negeri yang mengikuti kuliah UT. Mereka tersebar di 34 negara dengan 51 lokasi ujian. Jumlah mahasiswa yang relatif besar berada di Malaysia, Korsel, Taiwan, Hongkong, Singapura hingga Yunani.

UT di negeri ginseng sendiri kini memiliki mahasiswa aktif kisaran 400an yang umumnya adalah TKI. Sejak didirikan 6 tahun lalu UT Korea telah meluluskan 86 TKI yang berasal dari 3 jurusan yang ada, yakni manajemen, Bahasa Inggris dan komunikasi.

Tahun depan, menurut perkiraan, akan terjadi peningkatan kelulusan secara signifikan, kisaran 40 persen, atau sebanyak 30 orang.


(WIL)