Duterte Tantang Barat Selidiki Perang Narkoba

Nur Azizah    •    Jumat, 14 Oct 2016 04:04 WIB
pemberantasan narkoba
Duterte Tantang Barat Selidiki Perang Narkoba
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kanan) bersama penasihatnya, Jesus Dureza, di kota Davao, 18 September 2016. (Foto: AFP/PPD)

Metrotvnews.com, Filipina: Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut Presiden AS Barack Obama, PBB, dan Uni Eropa ‘bodoh’. Duterte memperingatkan kalau mereka akan malu jika menerima undangan untuk menyelidiki perang terhadap narkoba.

Duterte mengatakan, ia terbuka untuk diselidiki oleh Obama, sekertaris Obama, John Kerry, Uni Eropa dan Komisi Hak Asasi Manusia, dan PBB atas dugaan pembunuhan di luar hukum. Tetapi dengan syarat, setelah ia ditanya, ia memiliki hak untuk didengar.

“Saya akan bermain dengan Anda. Saya sangat yakin mereka tidak bisa lebih terang dari saya. Saya akan mengajukan lima pertanyaan yang akan mempermalukan Anda dan  itu akan menjadi tontonan," kata Duterte seperti yang dikutip dari Reuters.

Pernyataan Duterte disampaikan saat pidato di stasiun televisi. Pernyataannya itu guna membersihkan generasi Filipina dari obat bius dan bencana narkotika. 

Pidato Duterte berisi teguran dan kritik terhadap dunai internasional dalam  pemberantasan narkoba. Duterte prihatin dengan jumlah korban narkotika yang sangat tinggi. 

"Orang bodoh ini berfikir (mereka dapat melakukan apa-apa)  karena Filipina adalah negara kecil. Mungkin Tuhan memberi Anda uang tetapi kita memiliki otak," katanya.

Hampir 2.300 orang  tewas dalam perang terhadap narkoba sejak kampanye dimulai pada 30 Juni. Menurut catatan kepolisian ada sekitar  1.566 tersangka narkoba tewas dalam operasi polisi.


(ALB)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA