Demo Desak Presiden Korsel Mundur Capai Jumlah Terbesar

Willy Haryono    •    Minggu, 27 Nov 2016 10:14 WIB
korea selatan
Demo Desak Presiden Korsel Mundur Capai Jumlah Terbesar
Lautan pendemo di Seoul, Korsel, 26 November, berunjuk rasa menuntut Presiden Park mundur. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)

Metrotvnews.com, Seoul: Unjuk rasa mendesak Presiden Park Geun-hye mundur dari jabatannya di beberapa wilayah di Korea Selatan mencapai jumlah terbesar pada Sabtu 26 November malam waktu setempat. 

Seperti dilansir BBC, koordinator unjuk rasa mengklaim 1,5 juta pendemo turun ke jalanan kota Seoul, dan 400 ribu ada di beberapa wilayah lainnya. Kepolisian Korsel menyebut jumlah pendemo di ibu kota mencapai 270 ribu. 

Sekitar 25 ribu petugas gabungan dikerahkan ke Seoul. Sejauh ini belum ada laporan terjadinya kericuhan. 

Aksi protes, yang berlangsung lima pekan lalu, adalah yang terbesar di Korsel sejak era 1980-an. Massa geram kepada Presiden Park yang membiarkan temannya, Choi Soon-sil, memanipulasi kekuasaan presiden dari balik layar, walaupun dirinya hanya warga biasa. 

Presiden Park telah dua kali meminta maaf, namun menolak mundur. Ia mengaku "terlalu memercayakan hubungan personal" dengan Choi dan berjanji akan bekerja sama dalam investigasi skandal. 

Mereka yang hadir dalam unjuk rasa di Seoul berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga petani. 


Pendemo menggunakan topeng berwajah Park dan Choi. (Foto: AFP)

"Saya menonton berita dan berpikir semua ini tidak bisa dibiarkan begitu saja -- masyarakat benar-benar ingin dia (Presiden Park) mundur, namun dia belum mau melakukannya," ujar salah satu pendemo, Kwak Bo-youn, kepada Reuters

"Ini kali kedua saya berunjuk rasa, tapi kali pertama bersama suami dan anak-anak saya," sambung dia.

Akibat skandal ini -- dinamakan Choi-gate -- tingkat kepuasan Presiden Park terjun bebas hingga ke angka lima persen. 

Sesuai konstitusi Korsel, seorang presiden berkuasa tidak bisa dituntut. Namun tim jaksa Korsel telah menghubungkan namanya langsung dengan skandal Choi-gate, dan Presiden Park bisa saja dimakzulkan karena telah melanggar hukum. 

Tim jaksa akan segera melayangkan tuntutan kepada Choi dan dua ajudan Presiden Park. Choi telah ditangkap bulan ini. 

Choi dituduh mencoba memeras uang dari sejumlah perusahaan di Korsel. Ia juga dituding menggunakan persahabatannya dengan Presiden Park untuk menyalahgunakan dana tersebut kepada organisasi non-profit miliknya.

 


(WIL)