Didemo, Polisi Jaga Ketat Sekitar Kedubes Myanmar

Sonya Michaella    •    Jumat, 25 Nov 2016 10:40 WIB
konflik myanmar
Didemo, Polisi Jaga Ketat Sekitar Kedubes Myanmar
Polisi di depan Kedutaan Besar Myanmar di Menteng, Jakarta (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pihak kepolisian sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi yaitu Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta di mana akan diadakan unjuk rasa masyarakat Indonesia untuk membela etnis Rohingya yang dibantai di Myanmar.
 
Rencananya, unjuk rasa ini akan dilakukan sekitar pukul 9.00 atau 10.00. Namun, menurut pandangan Metrotvnews.com, Jumat 25 November di lapangan, belum terlihat tanda-tanda massa datang ke Kedutaan Besar Myanmar di kawasan Menteng, Jakarta.
 
Aksi ini akan dilaksanakan oleh Himpunan Pengacara Pembela Muslim Indonesia (HAPPMI), Kesatuan Aksi Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Universitas Chaldun, Perhimpunan Mahasiswa Muslim Indonesia, Tim Advokasi Muslim Indonesia, dan seluruh umat Islam yang membela Rohingya.


Penjagaan di sekitar Kedubes Myanmar (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).
 
 
Unjuk rasa ini digadang-gadang -akan menjadi unjuk rasa yang cukup besar dengan asas pembelaan Indonesia terhadap etnis Rohingya. Dua hari sebelumnya, unjuk rasa pun telah dilakukan di depan Kedubes Myanmar di Jakarta.
 
Dengan tuntutan yang masih sama, mereka meminta kekerasan dan pembantaian di Rakhine diakhiri. Jika masih terjadi, mereka menuntut Indonesia untuk memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar.
 
Tak hanya itu, mereka juga meminta agar duta besar Myanmar untuk Indonesia segera diusir dari Jakarta.
 
Indonesia tidak tinggal diam melihat keadaan etnis Rohingya
 
Sebelumnya Menlu Retno Marsudi menegaskan Indonesia tak tinggal diam dengan keadaaan suku Rohingya di Myanmar. Indonesia sudah berdiplomasi agar Myanmar menyelesaikan konflik dengan suku muslim tersebut.
 
Menurut Retno, sejak dari dulu Pemerintah Indonesia selalu berhubungan Pemerintah Myanmar memberikan bantuan pembangunan kapasitas.
 
 
Menurut mantan Dubes RI untuk Belanda itu, banyak bantuan teknis terkait isu-isu besar untuk kebutuhan Myanmar yang sudah diberikan Indonesia. Bantuan itu, kata dia, fokus di Negara Bagian Rakhine yang merupakan domisili suku Rohingya.
 
Retno juga mengungkapkan bahwa Indonesia selalu berbagi informasi bahwa kita pernah menghadapi situasi yang sama dengan Myanmar. Tetapi Indonesia menekankan bisa mentransformasikan diri menjadi sebuah negara yang demokratis.
 
Selain itu, Kementerian Luar Negeri RI juga sudah memanggil Dubes Myanmar untuk Indonesia pada Senin 21 November. Pemanggilan dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait kondisi terkini di Rakhine.

 

 


(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA