Polisi Thailand Cari Mantan Biara atas Tuduhan Pencucian Uang

Arpan Rahman    •    Senin, 20 Feb 2017 04:30 WIB
pencucian uangpolitik thailand
Polisi Thailand Cari Mantan Biara atas Tuduhan Pencucian Uang
Ribuan orang menolak pergi dari kuil Dhammakaya terkait operasi pencarian polisi Thailand terhadap mantan kepala biara dalam kasus dugaan pencucian uang, 19 Februari 2017. (Foto: Reuters/Chaiwat Subprasom)

Metrotvnews.com, Bangkok: Polisi Thailand memerintahkan ribuan orang meninggalkan kuil Buddha terbesar di Negeri Siam, Minggu 19 Februari 2017. Perintah dikeluarkan demi mengintensifkan pencarian mantan kepala biara atas tuduhan pencucian uang.

Junta militer Thailand menggunakan undang-undang darurat khusus pada Kamis kemarin. Isinya memerintahkan polisi menggeledah Kuil Dhammakaya yang terkena skandal pencucian uang. Upaya ini menyusul percobaan berbulan-bulan yang gagal mendekati pihak kuil untuk menyerahkan Phra Dhammachayo.

Pada Minggu, polisi berkata semua yang bukan pemukim di kuil itu harus mengosongkan tempat demi mempercepat pencarian di kompleks seluas 400 hektare. Para biksu yang hidup di lantai dasar candi diperintahkan berkumpul di suatu titik keluar dan tidak boleh mengganggu penyelidikan.

"Kami sedang melakukan langkah-langkah ini supaya kami dapat melakukan proses pencarian secepat mungkin, sehingga kita dapat kembali melaksanakan ibadah di candi ini dengan jamaah," kata Woranan Srilam dari Departemen Investigasi Khusus kepada Reuters.

Candi ini telah menjadi institusi langka dalam menentang pemerintah militer. Oposisi yang terdiri dari partai politik dan aktivis sebagian besar sudah dibungkam sejak kudeta militer pada 2014.

Phra Dhammachayo menghadapi tuduhan konspirasi pencucian uang dan menerima barang curian serta mengambil alih tanah secara tidak sah untuk membangun pusat meditasi. Para pembantunya mengabaikan tuduhan tersebut dan menyebutnya bermotif politik.

"Ini adalah penyalahgunaan kekuasaan oleh junta yang seharusnya tidak mengganggu urusan agama," kata juru bicara kuil dan biksu senior Phra Pasura Dantamano, seperti disitat Reuters.

"Kami selalu bersedia beruding dan mengakomodasi pihak berwenang, tapi ini terlalu banyak," tambahnya.

Sekitar 13.000 orang sedang berada di dalam kuil saat pihak berwenang melancarkan operasi pencarian.


(WIL)