Sisi Medis Angkat Peran Indonesia dalam Percaturan Militer Dunia

Fajar Nugraha    •    Jumat, 18 Nov 2016 15:53 WIB
indonesia-yordania
Sisi Medis Angkat Peran Indonesia dalam Percaturan Militer Dunia
Delegasi Indonesia yang menghadiri ICMM di Yordania (Foto: Dok.KBRI Amman).

Metrotvnews.com, Amman: Kesehatan tidak bisa dipisahkan dari dunia militer. Indonesia pun memiliki peran penting dalam sisi medis dalam percaturan militer dunia.
 
Delegasi Indonesia turut serta dalam The Eight International Conference of the Royal Medical Services (RMS) dan the 7th Regional Assembly of the Pan Arab Regional Working Group of the International Committee of Military Medicine (ICMM) pada 16 November 2016, di Yordania.
 
Raja Yordania, Abdullah II, selaku Panglima Tertinggi dari Angkatan Bersenjata Yordania (JAF), membuka secara resmi konferensi yang dilaksanakan di King Hussein Convention Centre -Laut Mati (Dead Sea) sejak 15–20 November 2016 ini. Konferensi tersebut menjadi kesempatan untuk menjelaskan kemajuan dan perkembangan dunia medis terbaru, di samping juga merupakan wahana untuk bertukar pikiran dan meningkatkan jejaring serta keahlian personel di sektor ini, khususnya tenaga medis yang menangani kedokteran militer dan VVIP.


Raja Yordania dalam konferensi ICMM (Foto: Dok. KBRI Amman).
 
 
Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Kapuskes TNI, Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba MARS, didampingi oleh Kepala RS Kepresidenan RSPAD, Mayjen Dr. dr. Terawan, Sp Rad, dan 11 tenaga ahli medis dari Puskes TNI.
 
Direktur Royal Medical Service (RMS) Yordania, Mayjen. Muin Habashneh mengatakan Lebih dari 5.000 peserta, mewakili sektor kesehatan lokal, regional dan internasional, mengambil bagian dalam konferensi, yang menampilkan 93 tenaga ahli dari 54 negara dan 144 orang dari lembaga medis setempat yang bertindak sebagai pembicara pada konperensi tersebut, termasuk dua pembicara dari Indonesia.
 
Mayjen TNI, Dr. dr Terawan Sp Rad selaku ketua dari the International Committee of Military Medicine (ICMM) dalam pidatonya mengangkat tema konferensi Inovasi, Motivasi, Integrasi yang mencerminkan kemauan untuk melangkah maju untuk masa depan tanpa meninggalkan cara-cara militer tradisional. 
 
"Kedokteran militer sangat penting pada saat perang maupun damai. Karena kedokteran militer memainkan peranan kunci dalam mendukung dan menjaga kesehatan, mencegah cedera dan penyakit seluruh staf militer," sebut Mayjen Terawan, dalam pidatonya, seperti dikutip dari pernyataan tertulis KBRI Amman, yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (18/11/2016). 
 
"Selain itu, kedokteran militer juga berpartisipasi dalam tindakan darurat seperti terjadinya krisis kesehatan dalam masyarakat, konflik, bencana alam dan lain lain," lanjutnya. 
 
Dalam rangkaian konferensi, Raja Abdullah juga membuka pameran medis yang menampilkan produk alat-alat kedoteran dari 73 perusahaan terkenal di dunia. Pameran tersebut menampilkan peralatan medis moderen dan penemuan teknologi terbaru di sektor ini. 
 
Pada hari keempat konferensi, pameran medis militer akan digelar di King Hussein Medical Center (KHMC) untuk memperkenalkan kepada delegasi dari seluruh dunia megenai capaian RMS Yordania dalam memberikan pelayanan medis di rumah sakit lapangan, anggota keluarga kerajaan, pejabat senior dan perwira, serta partisipasi RMS dalam pasukan penjaga perdamaian internasional di 31 negara, serta bantuan-bantuan yang dilakukan di daerah konflik.
 
Berbagi dengan masyarakat Indonesia di Amman
 
Di sela-sela konferensi, Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania, Teguh Wardoyo mengundang Delegasi Puskes TNI ini untuk berbagi ilmu kesehatan kepada seluruh staf KBRI, mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang berada di Amman, termasuk para tenaga kerja Indonesia yang tinggal di tempat penampungan KBRI.
 
"Konferensi Internasional ini tidak saja menjadi pertemuan ilmiah di bidang military medicine namun juga menciptakan momentum untuk meningkatkan kontribusi dan perkembangan kedokteran militer terhadap kesejahteraan masyarakat," tutur Ketua Kapuskes TNI, Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba MARS.
 
"Forum ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memperluas jejaring diantara masing-masing peserta yang terdiri dari profesional di bidang kedokteran, akademisi, dan pelaku industri terkait," imbuhnya.
Indonesia telah menjadi anggota ICMM sejak tahun 2009. Dengan Indonesia memegang keketuaan sampai 2017 mendatang. ICMM sendiri membawahi 114 negara di dunia, telah menunjukkan bahwa perkembangan kedokteran militer Indonesia sudah sangat diakui dunia.
 
Mayjen TNI, Dr. dr Terawan Sp Rad menegaskan bahwa dengan keikutsertaan Indonesia dalam forum Internasional di bidang kedokteran militer yang ditunjukkan melalui keketuaan ICMM baik secara formal maupun informal adalah merupakan bukti bahwa ilmu kedokteran di Indonesia adalah sejajar dengan negara-negara besar lainnya di dunia. Peran aktif Indonesia ini merupakan salah satu bentuk soft power diplomacy dalam mengangkat peran Indonesia di kancah percaturan militer dunia.



(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA