Syal dan Dukungan Kuat Menlu Retno untuk Palestina

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Dec 2017 09:53 WIB
indonesia-palestinapalestina israel
Syal dan Dukungan Kuat Menlu Retno untuk Palestina
Menlu Retno Marsudi mengenakan syal Palestina sebagai tanda dukungan (Foto: Marcheilla Ariesta).

Tangerang: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengenakan syal dari Palestina dalam pembukaan Bali Democracy Forum X. Menlu Retno mengatakan Indonesia tetap berdiri bersama masyarakat Palestina untuk meraih hak kemerdekaan mereka.
 
 
"Hari ini, saya berdiri di sini mengenakan scarf (syal) Palestina untuk menunjukkan komitmen Indonesia, dari rakyat Indonesia untuk selalu bersama dengan masyarakat Palestina, untuk hak mereka," ucap Menlu Retno dalam pidato pembukaan BDF X di ICE BSD, Tangerang, Kamis 7 Desember 2017.
 
"Indonesia selalu bersama Palestina," imbuh dia.
 
Syal yang dikenakan Menlu Retno berwarna campuran hitam, putih, merah dan hijau, khas bendera Palestina.
 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Rabu siang waktu setempat mengumumkan rencana mereka untuk memindahkan kedutaan besar mereka di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem. Secara tersirat, Trump mengakui bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel.
 
Padahal, dunia tahu bahwa Yerusalem merupakan kota suci yang diperebutkan dua pihak yang bertikai.
 
Menlu Retno, dalam setiap kesempatan mengatakan bahwa kemerdekaan Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia. Tak hanya itu, Indonesia juga menawarkan diri sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) luar biasa mengenai status Yerusalem pada 2016 lalu.
 
Sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam dan menolak pengakuan Amerika Serikat mengenai Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Menurutnya langkah itu melanggar seluruh aturan internasional.
 
 
Abbas menyuarakan pendapatnya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Menurutnya deklarasi ini tidak akan memberikan legitimasi apapun terhadap Israel. 
 
"Yerusalem adalah ibu kota abadi dari Palestina," tegasnya.
 
Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, di saat mereka merdeka. Sementara Israel dengan keserakahannya, menginginkan seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kota Negara Yahudi tersebut.
 
Abbas juga mengecam sikap Amerika Serikat yang mengabaikan konsensus internasional yang disampaikan oleh berbagai negara mengenai Yerusalem. 



(FJR)