'Diplomat Nyantri', Bentuk Pembekalan Diplomasi Islam Indonesia

Fajar Nugraha    •    Kamis, 15 Feb 2018 12:02 WIB
kemenlu
'Diplomat Nyantri', Bentuk Pembekalan Diplomasi Islam Indonesia
Pondok pesantren Gontor akan memberikan pengalaman unik kepada diplomat muda Indonesia (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Jakarta: Sebanyak 37 Diplomat Muda Indonesia akan melakukan live in (nyantri) di Pesantren. Pondok Modern Gontor akan mendukung kegiatan anyar dari Pusdiklat Kementerian Luar Negeri tersebut.
 
Para diplomat yang akan masuk dalam pendidikan tingkat madya (Sesdilu) itu diharapkan menyerap pengetahuan tentang dunia pesantren dan sekaligus berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada santri pondok dan mahasiswa Universitas Darussalam. Inilah program yang saling mengisi atau saling berbagi.
 
"Saya hanya bilang setuju dan bagus sekali. Mereka akan mengenal pondok lebih baik dan ini bisa menjadi bekal dalam diplomasi Islam Indonesia yang penuh rahmat," ujar pimpinan Pondok Modern Gontor, KH.Hasan Abdullah Sahal, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Medcom.id, Kamis 15 Februari 2018.
 
Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi didampingi Wakil Rektor, Dr. Hamid Fahmy langsung meminta agar konsep kegiatan dimaksud segera dibuat konkret. Selain perlu dirancang pertemuan langsung dengan pimpinan pesantren, para diplomat itu nantinya juga akan mengisi berbagai kelas di Universitas untuk berbagi pengalaman tentang diplomasi praktis, seperti simulasi sidang internasional, public speaking, serta membahas isu-isu regional dan multilateral.
 
Pembicaraan program 'Diplomat Nyantri' antara Pimpinan Pesantren, Universitas Darussalam bersama Direktur Sesdilu berlangsung di beranda kediaman KH Hasan Abdullah Sahal 14 Februari 2018, Gontor. Terdengar beberapa kali tawa riang yang menggambarkan keakraban dan respon positif.
 
Kegiatan 'Diplomat Nyantri' akan dilaksanakan pada medio April selama 3 hari. Diplomat laki-laki akan beraktivitas di Pondok dan Universitas Darussalam Gontor, sedangkan diplomat putri akan tinggal bersama santri putri di Mantingan, sekitar satu jam dari Gontor.
 
Menurut Direktur Sesdilu Kemenlu RI, M Aji Surya, selama nyantri di pondok, para diplomat diharapkan memahami Islam dan pesantren dalam khazanah kehidupan bangsa Indonesia. 
 
"Bahkan, mereka ditargetkan dapat berbagi tentang diplomasi Indonesia dengan lebih dari 3.500 santri dan mahasiswa," tutur Aji Surya.
 
"Ini adalah pilot project. Kita berharap para diplomat yang sudah pernah ditugaskan sekali dua kali di luar negeri itu bisa menjadi diplomat zaman now yang kaki dan pikirannya menapak di bumi Nusantara. Mampu menyiasati tantangan diplomasi dan menarik berbagai manfaat yang muncul secara maksimal," tukas Aji Surya.
 
Pendidikan diplomat tingkat menengah Sesdilu akan dibuka resmi pada 19 Februari 2018 dan berlangsung selama 2,5 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, mereka akan digembleng dan dibekali pengetahuan, kecakapan dan etika diplomasi oleh para pakar dan profesional. 



(FJR)