Enam Nelayan Malaysia di RI Dibebaskan 11 Januari Mendatang

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 08 Jan 2018 12:20 WIB
indonesia-malaysia
Enam Nelayan Malaysia di RI Dibebaskan 11 Januari Mendatang
Nelayan Malaysia yang ditahan di Indonesia akan dibebaskan pada 11 Januari mendatang. (Foto: The Malay Online).

Kuala Lumpur: Nelayan Malaysia yang ditahan di Indonesia akan dibebaskan pada 11 Januari mendatang. Para nelayan itu ditahan lantaran melanggar wilayah perbatasan di perairan Indonesia.
 
Direktur Jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Datuk Seri Zulkifili Abu Bakar mengatakan status para nelayan yang masih di Indonesia dan ditahan pihak berwenang.
 
"Namun, biar Menteri Perindustrian Pertanian dan Agro yang membuat pengumumna lebih lanjut," katanya, seperti dilansir The Star, Senin 8 Januari 2017.
 
Enam nelayan Malaysia itu ditahan pihak berwenang Indonesia karena melanggar batas laut dan memancing di perairan Indonesia. Sementara itu, sebanyak 70 nelayan Indonesia juga ditahan di Malaysia karena pelanggaran yang sama.
 
Dua hari lalu, Menteri Perindustrian Pertanian dan Agro Malaysia Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek mengatakan dalam sebuah pernyataan, enam nelayan asal Negeri Jiran tersebut akan segera dibebaskan. Pembebasan dilakukan menyusul terjalinnya kesepakatan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Konsultasi Tahunan ke-12 Malaysia-Indonesia, November lalu.
 
Sementara itu, keluarga Chia Kee Chan (52), salah satu nelayan yang ditahan, mengucapkan rasa terima kasihnya atas pembebasan para nelayan tersebut. Istrinya, Yeo Su Hung (45) menuturkan, pembebasan itu akan menjadi hadiah Tahun Baru Imlek yang akan dirayakan bulan depan.
 
Chia ditangkap pada Februari 2016 lalu. Dia dijatuhi hukuman dua tahun empat bulan penjara oleh pengadilan Indonesia, dan seharusnya dibebaskan pada Agustus 2018 mendatang.



(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA