Tiongkok Tahan 18 Staf Kasino Australia

Arpan Rahman    •    Senin, 17 Oct 2016 16:55 WIB
politik tiongkok
Tiongkok Tahan 18 Staf Kasino Australia
Kasino Crown di Melbourne, 19 Maret 2016. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Beijing: Perusahaan kasino raksasa asal Australia, Crown Resorts Ltd, mengatakan Tiongkok telah menahan 18 karyawannya, termasuk tiga warga Negeri Kanguru.

Crown Resorts Ltd terdaftar di Sydney, dan 53 persen sahamnya dimiliki seorang miliarder bernama James Packer, Pihak perusahaan mengatakan belum melakukan kontak dengan karyawannya setelah penangkapan, termasuk dengan kepala perwakilan Australia untuk perjudian VIP internasional Jason O'Connor. Mereka juga tidak tahu mengapa karyawannya ditahan.

Menurut stasiun TV nasional Australia ABC yang dikutip CNBC, karyawan yang ditahan bekerja sebagai staf penjualan dan pemasaran. Sedangkan O'Connor menjalankan tim yang bertanggung jawab untuk menarik pelanggan kelas tinggi ke kasino Crown Australia.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan kepada Reuters dalam sebuah pernyataan, Senin (17/10/2015), bahwa mereka telah menahan beberapa warga negara Australia sebagai terduga "kejahatan perjudian" tanpa penjelasan lebih lanjut. 

Saham Crown langsung jatuh 14 persen usai kejadian, yang merupakan penurunan terbesar dalam sehari. Sementara saingan mereka, Australia Star Entertainment Group Ltd, turun sebanyak 6 persen. Muncul kekhawatiran dampak penahanan akan berimbas pada kemampuan perusahaan menarik minat penjudi kaya raya asal Tiongkok yang kaya-raya ke Australia.

Vitaly Umansky, seorang analis di Bernstein, Hong menilai mengatakan penahanan mirip dengan tindakan Tiongkok terhadap kasino Korea Selatan tahun lalu. 

"Pemerintah Tiongkok sepertinya membuat pernyataan yang jelas tentang pandangan mereka atas aktivitas judi terkait yurisdiksi asing, sebab Makau tidak menjadi sasaran dengan cara yang sama," kata Umansky.

Tiga belas manajer kasino Korea Selatan ditangkap di Cina pada 2015 lantaran menawarkan para penjudi Tiongkok paket wisata, hotel dan layanan seksual gratis.

Crown yang berbasis di Melbourne memegang saham 27 persen di Melco Crown Entertainment Ltd yang beroperasi di wilayah Tiongkok, Makau. Memang bukan secara langsung menjalankan kasino di Tiongkok, tetapi kasino yang dioperasikan Australia itu sangat bergantung pada para penjudi Tiongkok.

Akibat penahanan ini, saham bandar judi Makau non-Tiongkok lainnya juga anjlok, termasuk Melco Crown, yang turun sebanyak 5,6 persen, selain Wynn Macau Ltd dan Sands China.


(WIL)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

2 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA