Jaksa Tuduh Presiden Korsel Kolusi

Arpan Rahman    •    Minggu, 20 Nov 2016 23:40 WIB
korea selatan
Jaksa Tuduh Presiden Korsel Kolusi
Pendemo mengenakan topeng berwajah Presiden Park Geun-hye (kanan) dan Choi Soon-sil. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Seoul: Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, dituduh berkolusi dengan orang kepercayaannya dalam skandal penyelewengan pengaruh. Tuduhan diutarakan para jaksa, Minggu 20 November, seiring usaha mereka menyusun dakwaan terhadap kroni lama Park dan dua mantan ajudan presiden.

Skandal, yang terkenal dengan nama Choi-gate, memicu kemarahan di seluruh Negeri Ginseng. Ratusan ribu orang turun ke jalan menyerukan pengunduran diri Park.


Ribuan pengunjuk rasa menuntut presiden Park mundur. (Foto: AFP)

"Presiden memainkan peran kolusi dalam porsi yang cukup besar dari tindak kriminal yang melibatkan (tiga) orang," kata Lee Young-Ryeol, yang memimpin penyelidikan atas skandal itu, seperti disitir The Guardian, Minggu (20/11/2016).

Kroni Park, Choi Soon-sil, dan salah seorang mantan ajudan presiden ditangkap awal bulan ini atas tuduhan penipuan, pemaksaan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Ajudan presiden lain ditangkap karena membocorkan dokumen rahasia negara.

Choi, 60, dituduh memanfaatkan hubungan pribadinya dengan Park guna terlibat urusan negara. Ia memaksa perusahaan-perusahaan lokal "menyumbangkan" puluhan juta dolar bagi beberapa yayasan non-profit. Sumbangan itu kemudian digunakannya demi keuntungan pribadi.

Park dituduh membantu Choi mengambil uang dari berbagai perusahaan dan memerintahkan pembantunya membocorkan dokumen negara kepada Choi, yang tidak memiliki jabatan resmi di pemerintahan ataupun izin keamanan.

Menurut konstitusi Korsel, presiden petahana tidak dapat dituduh melakukan tindak pidana kecuali pemberontakan atau pengkhianatan. Tapi dia masih bisa diperiksa oleh jaksa dan berpotensi dikenakan hukuman setelah meletakkan jabatan.

Lee mengakui jaksa tidak bisa secara resmi menuntut Park sekarang, namun bersumpah akan terus menyelidiki dirinya.

Park sebelumnya berjanji menjawab semua pertanyaan jaksa -- membuat dia menjadi presiden pertama Korsel yang akan ditanyai jaksa saat masih menjabat.


Presiden Korsel Park Geun-hye. (Foto: AFP)

Sumbangan Paksa

Lebih dari 50 perusahaan lokal termasuk Samsung dan Hyundai dipaksa menyumbangkan total USD65,5 juta kepada dua yayasan yang dikendalikan Choi.

"Banyak yang memberi sumbangan lantaran takut pembalasan politik, seperti audit pajak yang ketat atau kesulitan mendapatkan persetujuan peraturan dalam bisnis mereka," kata Lee.

Choi juga menekan perusahaan-perusahaan besar, termasuk produsen mobil terbesar di negara itu, Hyundai, dan perusahaan baja terkemuka Posco, untuk memberi kontrak yang menguntungkan perusahaan-perusahaan terkait Choi, tambah Lee.

Menurut jaksa, salah seorang ajudan Park membocorkan 180 dokumen rahasia kepada Choi, termasuk makalah kebijakan luar negeri dan nominasi para pejabat dan anggota kabinet.

Choi diketahui punya pengaruh besar pada sektor olahraga negara, termasuk pencalonan pejabat dan bahkan persiapan ke Olimpiade Musim Dingin 2018.

Kim Chong, yang menjabat wakil menteri olahraga selama tiga tahun sampai bulan lalu, juga dituduh membantu yayasan Choi memenangkan kontrak negara yang menguntungkan.

Jaksa sedang menyelidiki apakah Kim memainkan peran dalam keputusan terbaru yang dibuat kementeriannya. Keputusan itu berupa pemberian subsidi tunai ke yayasan olahraga musim dingin yang dijalankan keponakan Choi, yang secara luas dipandang sebagai pembantu kunci bibinya itu.

Skandal Choi-gate telah berakibat pada peringkat kepuasan publik terhadap Park, yang terjun bebas hingga lima persen -- terendah untuk presiden Korsel yang sedang berkuasa.

Choi adalah putri tokoh agama yang merupakan guru spiritual Park sejak lama, sampai kematian ayahnya pada 1994. Dia diketahui telah berteman dengan Park setelah pembunuhan terhadap Ibu Negara pada 1974.

 


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA