Timor Leste Gelar Pemilihan Presiden

Sonya Michaella    •    Senin, 20 Mar 2017 13:53 WIB
politik timor leste
Timor Leste Gelar Pemilihan Presiden
Pemilihan presiden digelar di Timor Leste. (Foto: Guardian)

Metrotvnews.com, Dili: Warga Timor Leste mulai menggunakan hak pilihnya di pemilihan presiden dengan dua partai utama di mana calon presidennya mengutamakan pemberantasan kemiskinan dan pengangguran.

Selama ini, Timor Leste masih jauh dari kemakmuran sejak merdeka dari Indonesia pada 2002 silam. Sekitar 1,2 juta warganya gagal makmur dari pendapatan utama minyak dan gas, serta pengangguran yang mencapai 60 persen.

Francisco 'Lu Olo' Guterres, yang diusung Partai Fretilin, dianggap paling menonjol oleh warga Timor Leste. Lu Olo pun didukung oleh Xanana Gusmao dan partainya, CNRT.

Lu Olo mencalonkan diri ketiga kalinya dari partai nasionalis sayap kiri yang memulai sebagai gerakan perjuangan kemerdekaan dari Portugal, kemudian membebaskan diri dari Indonesia.



"Saya ingin mengubah kondisi masyarakat dalam segala aspek seperti kesehatan, pendidikan, dan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan," kata Lu Olo, seperti dikutip Reuters, Senin 20 Maret 2017.

Sementara lawan Lu Olo adalah politisi dari Partai Demokrat, Antonio da Conceicao. Antonio dianggap mempunyai rencana dan tata yang apik untuk Timor Leste ke depannya.

Pemilihan presiden ini juga memberi kesempatan pertama kalinya untuk Timor Australia turut memberikan suara di Sydney dan Darwin tanpa harus datang ke Dili.

Di Timor Leste, presiden memiliki hak veto atas undang-undang sebagai peran simbolis yang cukup besar dan dipandang sebagai tokoh pemersatu bagi negara.

Pemilihan parlemen unikameral dan perdana menteri rencananya akan digelar akhir tahun ini.

Pemilihan presiden Timor Leste diadakan dengan sistem pemilihan langsung. Jika tidak ada capres yang mencapai 50 persen hari ini, akan digelar putaran kedua pada 20 April mendatang.


(WIL)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

20 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA