Telepon Menlu Retno, Menlu Iran Siap Bantu Atasi Krisis Rakhine

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 Sep 2017 13:59 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Telepon Menlu Retno, Menlu Iran Siap Bantu Atasi Krisis Rakhine
Pertemuan Menlu Retno Marsudi dengan Penasihat Khusus Myanmar Aung San Suu Kyi (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Teheran: Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi melakukan komunikasi melalui telepon dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Menlu Iran menyatakan keprihatinannya atas situasi yang terjadi di Rakhine.
 
Dalam komunikasi pada Senin 4 September tersebut, Menlu Zarif menyatakan kekhawatiran mendalam atas situasi yang dialami warga Muslim di Myanmar. Dirinya pun mendorong agar seluruh negara Muslim dunia untuk bersatu memberikan bantuan.
 
"Negara Muslim harus lebih memperhatikan dan mengambil langkah praktis untuk mengakhiri kekerasan kemanusian yang dialami Rohingya," ujar Zarif, seperti dikutip MNA, Selasa 5 Agustus 2017.
 
Kepada Menlu Retno, Zarif menyatakan kesiapannya untuk menyediakan bantuan dan berkontribusi melalui lembaga internasional, guna mengatasi krisis di Rakhine.
 
Pihak Kemenlu RI melalui akun Twitter resmi, @Portal_Kemlu_RI menyebutkan, komunikasi telepon antara Menlu Retno dengan Menlu Zarif dilakukan usai pertemuannya dengan Aung San Suu Kyi di Myanmar, Senin 4 September 2017.
 
Dalam pertemuan dengan pemimpin de facto Myanmar itu, Menlu Retno menyampaikan usulan formula 4+1. (Baca: Bertemu Suu Kyi, Menlu RI Sampaikan Empat Usulan Indonesia). 
 
"Empat usulan pertama mengenai perdamaian dan keamanan, kedua perlindungan maksimum, menahan diri dan tanpa kekerasan, ketiga perlindungan tanpa memandang etnis dan agama, serta akses penyaluran bantuan kemanusiaan," ujar Menlu Retno dalam wawancara khusus dalam program Metro Hari Ini. 
 
 
Satu usulan lainnya adalah implementasi laporan Kofi Annan, Ketua Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine yang ditunjuk Pemerintah Myanmar sendiri. Menurut Menlu Retno, Suu Kyi menanggapi positif usulan dengan formula 4+1 yang disampaikan Indonesia.
 
Selain dengan Suu Kyi, Menlu Retno telah bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar dan tiga menteri terkait krisis di Rakhine, yang hingga sejauh ini telah menewaskan sekitar 400 orang. 

 

 
(FJR)