Memori ke Tanah Abang Masih Membekas di Hati PM Australia

   •    Rabu, 06 Sep 2017 07:15 WIB
indonesia-australia
Memori ke Tanah Abang Masih Membekas di Hati PM Australia
Dubes Y.Kristiarto S. Legowo disambut oleh Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (Foto: Dok. KBRI Canberra).

Metrotvnews.com, Canberra: Y.Kristiarto S. Legowo disambut oleh Perdana Menteri Australia sebagai Duta Besar RI yang Baru untuk Canberra. Pertemuan berjalan penuh keakraban.
 
Pertemuan ini dilakukan oleh Dubes Kristiarto dengan PM Malcolm Turnbull, di Kantor PM Australia di Gedung Parlemen pada 4 September 2017.
 
Kunjungan dilakukan oleh Dubes Kristiarto untuk memperkenalkan diri sebagai Dubes RI yang baru untuk Australia usai menyerahkan Surat-surat Kepercayaan dari Presiden Jokowi kepada Gubernur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove, pada 27 Juni 2017 lalu.
 
PM Australia kembali menyampaikan pujian dan kekagumannya terhadap peran dan kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo, yang dianggapnya memberikan pengaruh yang signifikan, bukan hanya di tingkat nasional dan kawasan, melainkan juga dunia.
 
"Presiden RI juga dinilai mampu menunjukkan contoh yang sangat jelas dan konkret bahwa Islam, demokrasi dan moderasi, sangat relevan, dapat berjalan beriringan serta saling memperkuat," sebut PM Turnbull kepada Dubes Kristiarto, dalam keterangan tertulis KBRI Canberra yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 6 September 2017.
 
Menyebut Presiden Jokowi sebagai teman baiknya, PM Turnbull mengaku tidak dapat melupakan kesannya yang sangat mendalam ketika diajak blusukan ke Pasar Tanah Abang pada bulan November 2015 lalu. 
 
"PM Turnbull pun memamerkan fotonya bersama Presiden Jokowi di Pasar Tanah Abang yang diambil pada saat mereka berdua melepas jas dan dasi karena suhu udara yang panas. Foto tersebut dipajang secara khusus di ruang kerja PM Turnbull," sebut Dubes Kristiarto.


PM Turnbull saat mengunjungi Pasar Tanah Abang bersama Presiden Joko Widodo (Foto: ANTARA).

 
Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas sejumlah isu bilateral yang menjadi kepentingan kedua negara, mulai dari politik-keamanan, ekonomi-perdagangan hingga isu kawasan.
 
Di bidang ekonomi, Perdana Menteri Australia yang saat pertemuan didampingi oleh Penasehat Senior PM urusan Internasional dan pejabat senior Departemen PM dan Kabinet, berharap proses perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau lebih dikenal dengan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) yang kini sudah memasuki babak perundingan kedelapan, dapat segera dirampungkan.
 
"Kami mendorong agar lebih banyak investor Australia yang menanamkan modal di Indonesia. Terlebih lagi kini sudah ada sistem pelayanan satu atap yang kian mempermudah investor asing berinvestasi di Indonesia," tutur Dubes Kristiarto.
 
Terkait isu regional, Dubes RI menyampaikan informasi kepada PM Turnbull terkait langkah-langkah diplomasi pro-aktif Indonesia, baik oleh Presiden Jokowi maupun Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam rangka membantu menyelesaikan secara damai dan lewat dialog terkait krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim Rohingnya di Myanmar. Bahkan saat ini, Menlu RI tengah berada di Myanmar untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan pemimpin Myanmar. PM Turnbull sangat menghargai inisiatif Indonesia tersebut.
 
Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar setengah jam tersebut, Dubes RI didampingi oleh Wakil Dubes RI, M.I. Derry Aman, Minister Counsellor Iwan Freddy Hari Susanto dan Counsellor Dadang Hidayat.
 
Melalui pertemuan ini juga telah dipertegas visi dan tekad bersama Indonesia dan Australia untuk terus memajukan, memperdalam dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara antara lain melalui peningkatan hubungan kemitraan menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).

(FJR)