Walubi: Masyarakat Buddha Myanmar juga Kecam Kekerasan di Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Sep 2017 17:12 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Walubi: Masyarakat Buddha Myanmar juga Kecam Kekerasan di Rakhine
Walubi menyebutkan umat Buddha Myanmar juga mengecam tindak kekerasan di utara Rakhine. (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Perwakilan Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi) Philip Wijaya mengungkapkan dirinya beberapa kali menemui tokoh agama Buddha Myanmar. Dari hasil pertemuan tersebut, Philip mengatakan bahwa umat Buddha Myanmar juga mengecam tindak kekerasan di utara Rakhine.
 
"Saya pernah beberapa kali bertemu dengan perwakilan Buddha Myanmar, baik di Myanmar sendiri maupun di luar negara itu. Dan dari hasil pembicaraan, mereka juga mengecam tindak kekerasan di wilayah Rakhine yang menimpa Rohingya," tuturnya saat ditemui di kantor Center for Dialogue and Coorporation among Civilization (CDCC), Jakarta, Kamis 7 September 2017.
 
Philip menuturkan, yang bermasalah dengan etnis Rohingya hanya para pemeluk agama Buddha garis keras di Rakhine. Dia juga menuturkan pemerintah Myanmar yang baru dipimpin Aung San Suu Kyi, masih dalam masa transisi makanya belum bisa berbuat banyak.
 
Hal ini memang amat disayangkan, ujar Philip, namun bagaimana pun dunia juga harus menghormati keputusan Myanmar. Karenanya, Walubi sangat mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam melakukan pendekatan inklusif dan membantu Pemerintah Myanmar mengatasi krisis kemanusiaan di utara Rakhine.
 
 
Philip pernah bersama Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bersama membagikan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia awal tahun ini. Dia menggambarkan situasi di Rakhine memang sangat tandus dan kurang layak untuk dihuni.
 
Perwakilan Walubi itu juga meminta kepada masyarakat Indonesia dari segala lapisan untuk ikut membantu meringankan penderitaan etnis Rohingya. Bantuan diharapkan dalam bentuk uang lantaran untuk membawa bantuan tersebut dibutuhkan biaya besar.
 
 
Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Inter-Religious Council Indonesia (IRC Indonesia) menyatakan sikap mereka untuk korban kekerasan di Rakhine, Myanmar. Dalam pernyataannya, mereka meminta pelaku tindak kejahatan kemanusiaan dibawa ke Mahkamah Kejahatan Internasional atau International Crime Court (ICC).
 
Hadir dalam pengumuman pernyataan bersama ini mewakili Islam Din Syamsudin, Anwar Abbas dan Muhyidin Jumadi. Mewakili Buddha Philip Wijaya dan Bhikku Cihajaya, Hindu diwakili Nyoman Udayana dan Konghucu oleh Uung Sendana.



(FJR)