Ganggu Proses Pemilu Nepal, Hampir 1.000 Orang Ditangkap

Arpan Rahman    •    Kamis, 07 Dec 2017 16:22 WIB
politik nepal
Ganggu Proses Pemilu Nepal, Hampir 1.000 Orang Ditangkap
Polisi Nepal menangkap seorang pengunjuk rasa di Katmandu, 16 Agustus 2015. (Foto: AFP)

Kathmandu: Kepolisian Nepal menangkap 957 orang dari berbagai wilayah. Operasi ini dilakukan lantaran mereka semua dinilai berusaha merusak jalannya proses pemilihan umum.

Mereka semua telah ditangkap atas tuduhan menyerang pemimpin politik, kandidat, dan kader pemilu menjelang pemungutan suara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 600 dikaitkan dengan kaum Maoist yang dipimpin Biplav. Sementara 13 lainnya terkait kelompok CK Raut dan 344 sisanya dari beberapa partai politik. 

Juru bicara Kepolisian Nepal Manoj Neupane meyakinkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh memastikan keamanan dan perlindungan bagi para kandidat dan pemilih agar pemilu berjalan lancar.

"Kami memimpin pasukan keamanan dan tim patroli keliling berpakaian biasa demi tujuan keamanan pemilu," ungkap kepolisian Nepal, seperti dikutip Himalyan Times, Kamis 7 Desember 2017.

Personel keamanan telah dikirim ke distrik-distrik rawan. Pemilu putaran kedua untuk memilih anggota dewan Nepal dijadwalkan berlangsung hari ini.

Nepal telah menutup titik perbatasannya dengan India selama tiga hari, dari Selasa tengah malam sampai menjelang pemilihan.

Dalam putaran pertama pemilu di Nepal, tingkat keikutsertaan warga mencapai 65 persen.


(WIL)