Lumba-lumba Asia Menuju Kepunahan

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 06 Dec 2017 03:42 WIB
peristiwa unik
Lumba-lumba Asia Menuju Kepunahan
Dua ekor Pesut berhasil terpantau saat sedang berenang di Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (ANT/SUGENG HENDRATNO)

Tokyo: Persatuan Internasional untuk Pelestarian Alam mengubah status lumba-lumba Irrawaddy (pesut) dan lumba-lumba tanpa sirip menjadi terancam dan rentan yakni menuju kepunahan.

Kedua jenis lumba-lumba tersebut tinggal di peraiaran Asia kini, masuk dalam daftar merah jenis teracam dan diawasi ketat. Pasalnya, mamalia air tersebut, yakni lumba-lumba Irrawaddy muncul dengan jumlah tak lebih dari setengahnya dalam 60 tahun ke belakang. Begitu pula dengan lumba-lumba tanpa sirip, yang muncul dengan jumlah tak lebih dari separuh sejak 45 tahun belakangan.

"Jenis itu hidup di perairan dangkal dekat pantai dan keduanya berjumlah terbatas pada sistem air tawar dan itu membuat mereka sangat rentan terhadap kegiatan manusia," kata Craig Hilton-Taylor, Kepala Regu Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Pelestarian Alam, melansir Antara, Rabu 6 Desember 2017.

Dia mencontohkan, di sungai Mekong, Asia Tenggara, menjadi salah satu lokasi utama kematian lumba-lumba Irrawaddy dalam beberapa tahun terakhir lantaran belitan jaring nelayan.

"Jaring ini digantung seperti tirai kematian di seberang sungai," tambahnya.

Selain kedua jenis lumba-lumba tersebut, Persatuan Internasional untuk Pelestarian Alam juga menyebutkan lemur ekor kuning Australia terancam punah. Sebab kepunahan mereka lantara iklim Australia yang semakin kering dan panas.

Akibatnya, menyebabkan penurunan populasi lebih dari 80 persen selama dekade terakhir. "Ancaman, yang mendorong untuk punah, berasal dari kita, dari manusia. Itu juga berarti bahwa kita dapat melakukan sesuatu untuk itu," tandasnya.


(LDS)