Fokus ke Gunung Agung, RI Belum Kirim Bantuan Lagi ke Myanmar

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 16 Oct 2017 16:56 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Fokus ke Gunung Agung, RI Belum Kirim Bantuan Lagi ke Myanmar
Pengungsi Gunung Agung asal Desa Muncan membawa barangnya saat mereka diantarkan ke kampungnya dari tempat penampungan sementara di Klungkung, Bali, Sabtu 7 Oktober 2017. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Naypyitaw: Ratusan ribu pengungsi asal Myanmar yang bermukim di Rakhine dan Bangladesh masih membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk dari negara asing seperti Indonesia. 

Meski sejumlah bantuan telah tiba di Myanmar dan Bangladesh, namun Indonesia belum dapat memberikan bantuan lebih lanjut. Hal ini dikarenakan pemerintah RI sedang fokus membantu masyarakat yang terkena imbas ancaman erupsi Gunung Agung di Bali.

"Belum ada (bantuan) lagi," ujar Duta Besar RI untuk Myanamr, Ito Sumardi, saat dihubungi Metrotvnews.com lewat pesan singkat, Senin 16 Oktober 2017.

Ito, begitu dia biasa disapa, menuturkan bantuan yang masuk mekanismenya lewat Palang Merah Internasional (ICRC) dan dikoordinir langsung pemerintah Myanmar.

Namun, akhir pekan lalu, bantuan dari ASEAN Humanitarian Aid (AHA) tiba di Myanmar. Bantuan ini diserahkan dan diwakilkan oleh warga Indonesia yang menjadi Direktur Eksekutif AHA Center yang berkantor di Malaysia. 

Bantuan yang diberikan berupa tenda untuk keluarga, peralatan untuk keluarga, perlengkapan kebersihan pribadi, peralatan dapur, generator listrik, peralatan listrik, perahu aluminium bermesin dilengkapi peralatan pendukung, dan peralatan pencahayaan dengan dilengkapi generator.

Direktur Eksekutif AHA Centre, Adelina Kamal, menyerahkan bantuan AHA Centre kepada Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Myanmar, Dr. Win Myat Aye pada Sabtu, 14 Oktober 2017 pukul 11.00 waktu Myanmar di kantor Relief and Resettlement Department (RRD), Yangon, Myanmar.

Para Duta Besar negara anggota ASEAN atau pejabat yang mewakili, hadir dalam serah terima bantuan ini. Dalam sambutannya, Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Myanmar menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas penyampaian bantuan dari AHA Centre, 

"Bantuan tersebut merupakan refleksi dari persahabatan dan perhatian negara-negara ASEAN terhadap setiap anggotanya," sebut Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Myanmar, Dr. Win Myat Aye.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi mendorong kepada Myanmar agar ASEAN dapat dilibatkan dalam bantuan kemanusiaan. Sebagai salah satu dari 10 anggota ASEAN, bantuan dari AHA Centre sangat pantas diterima oleh Myanmar. 




(WIL)