Paus Fransiskus: Memiliki Senjata Nuklir Itu Irasional

Willy Haryono    •    Minggu, 03 Dec 2017 08:52 WIB
paus fransiskus
Paus Fransiskus: Memiliki Senjata Nuklir Itu Irasional
Paus Fransiskus. (Foto: AFP)

Dhaka: Kebijakan memiliki senjata nuklir seperti pada era Perang Dingin sudah tidak perlu lagi dilakukan di zaman sekarang. Kini, memiliki senjata nuklir dapat disebut sebagai sesuatu yang irasional. Demikian disampaikan Paus Fransiskus dalam bagian kunjungannya ke Asia. 

"Mengapa? karena hari ini, persenjataan nuklir berisiko menghancurkan kemanusiaan, atau setidaknya sebagian besar dari kemanusiaan," tutur Fransiskus dalam perjalanan pulang dari Bangladesh, seperti dilansir Telegraph, Sabtu 2 Desember 2017. 

Di tengah retorika antara Amerika Serikat dan Korea Utara, Fransiskus mengatakan bahwa kepemilikan senjata nuklir perlu dikecam karena risikonya berbahaya. Satu-satunya jalan menuju perdamaian, tambah dia, adalah pelucutan sepenuhnya. 

Sebagai Paus, Fransiskus melontarkan pertanyaan: "Hari ini, apakah perlu menyimpan senjata nuklir? Apakah sebaiknya kita mendahulukan penyelamatan kemanusiaan hari ini?

Sebelumnya saat berkunjung ke Myanmar, Fransiskus relatif diam terkait penderitaan etnis Muslim Rohingya. Ia mengatakan mengungkapkan soal Rohingya saat itu akan membuat pemerintah Myanmar menutup diri. 

Ia lebih memilih berbicara mengenai hak asasi manusia secara umum dan membicarakan soal Rohingya secara tertutup dengan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi serta panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing.

"Saya sangat puas karena pesan saya tersampaikan. Saya tidak mengecam (soal Rohingya) di publik, tapi saya puas dengan dialog karena pesan saya tersampaikan," ungkap Fransiskus.

Namun saat berkunjung ke Bangladesh, Fransiskus menggunakan kata "Rohingya" ketika menemui sejumlah pengungsi. 


(WIL)