Tiongkok Bantah akan Bangun Pangkalan Militer di Vanuatu

Arpan Rahman    •    Selasa, 10 Apr 2018 17:04 WIB
politik tiongkokvanuatu
Tiongkok Bantah akan Bangun Pangkalan Militer di Vanuatu
Pasukan Vanuatu bersiaga di depan kapal milik Tiongkok yang melakukan kunjungan bersahabatan selama empat hari. (Foto: Dan McGarry/Vanuatu Daily Post)

Port Villa: Tiongkok mengomentari isu yang menyebut Beijing hendak membangun pangkalan militer di Vanuatu. Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok untuk Vanuatu Chen Ke menyebut isu tersebut sebagai sesuatu yang "konyol."

Media Fairfax melaporkan, Selasa 10 April 2018, bahwa Tiongkok tengah mengincar pembangunan pangkalan di Pasifik. "Itu tidak mungkin," tegas Chen Ke.

Penasihat senior pemerintah Vanuatu mengamininya. "Percakapan itu tidak pernah dibahas." 

Ia mengklaim kementerian di Vanuatu dan Tiongkok sama-sama tidak pernah mendiskusikan masalah pembangunan pangkalan militer. Ia menyebut laporan di Fairfax pasti bukan berasal dari sumber di pemerintah Vanuatu.

Fairfax melaporkan adanya diskusi informal antara Tiongkok dengan Vanuatu mengenai pengembangan kekuatan militer. Tiongkok memiliki hubungan diplomatik dengan sejumlah negara Pasifik, dan merupakan pendukung utama proyek pembangunan di Vanuatu, Papua Nugini, serta Tonga.

Baca: Vanuatu Tolak Pembangunan Pangkalan Militer Tiongkok

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop berkata kepada ABC pagi ini, bahwa dirinya "meyakini Australia adalah mitra strategis pilihan Vanuatu."

"Adalah fakta bahwa Tiongkok sedang terlibat dalam pengembangan infrastruktur dan aktivitas investasi di berbagai lokasi di dunia. Tapi sampai saat ini, hanya satu pangkalan militer yang dibangun Tiongkok, dan itu ada di Djibouti, Afrika utara," kata Bishop, seperti dinukil Guardian, Selasa 10 April 2018.

"Kita harus ingat bahwa Vanuatu adalah negara berdaulat. Urusan luar negeri dan pertahanannya adalah urusan internal Vanuatu," lanjut dia.

Chen menegaskan kehadiran angkatan laut Tiongkok di pulau-pulau Pasifik selama ini bertujuan murni untuk kemanusiaan. Dalam keterangannya, ia menyinggung mengenai rencana latihan tanggap bencana gabungan antara Selandia Baru, Vanuatu, dan Tiongkok.


(WIL)