Indonesia dan Thailand Bertekad Perangi Pencurian Ikan

Willy Haryono    •    Jumat, 06 Jul 2018 16:35 WIB
indonesia-thailand
Indonesia dan Thailand Bertekad Perangi Pencurian Ikan
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan JCM ke-9 dengan Menlu Thailand Don Pramudwinai (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Yogyakarta: Masalah penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing merupakan salah satu masalah utama sejumlah negara yang memiliki garis pantai seperti Indonesia dan Thailand.

Baca: Lewat JCM, Thailand Lanjutkan Momentum Positif dengan Indonesia.
 
Isu Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing ini hampir selalu diangkat dalam berbagai forum, termasuk Joint Commission Meeting (JCM) ke-9 antara Indonesia dengan Thailand di Yogyakarta.
 
"Soal illegal fishing, ini salah satu prioritas Indonesia," ujar Menlu Retno di sela-sela JCM ke-9 di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Jumat 6 Juli 2018.
 
Tidak hanya soal memerangi illegal fishing, Menlu Retno menginginkan kerja sama dengan Thailand dalam hal pemrosesan hasil laut seperti ikan. "Bagaimana kita bisa masuk ke wilayah industrinya," sebut Menlu Retno.
 
Thailand sepakat IUU merupakan isu yang harus menjadi salah satu prioritas. Menlu Thailand Don Pramudwinai juga tidak mau hasil laut di perairannya dicuri begitu saja oleh nelayan asing.
 
"Memerangi illegal fishing juga agenda besar di Thailand," kata dia.
 
Menlu Don menilai IUU ini, terutama yang terjadi di kawasan, harus diselesaikan lewat kerja sama antar negara. "Kami akan meningkatkan upaya dalam bekerja sama dengan mitra-mitra kami dalam memerangi penangkapan ikan secara ilegal ini," lanjut Menlu Don.
 
Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pada 2016 kerugian Indonesia atas illegal fishing berkisar 100-300 triliun per tahun.
 
Susi mengklaim bahwa data Food and Agriculture Organisation (FAO), salah satu agensi PBB, menyatakan bahwa kerugian yang diderita Indonesia akibat illegal fishing mencapai USD50 miliar atau Rp600 triliun.
(FJR)