Filipina Tolak Bayar Tebusan untuk Sandera Abu Sayyaf

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 22 Feb 2019 18:18 WIB
wni disandera abu sayyaf
Filipina Tolak Bayar Tebusan untuk Sandera Abu Sayyaf
Kelompok militan Abu Sayyaf yang sering menculik WNI di perairan Sabah dan selatan Filipina. (Foto: AFP).

Manila: Pemerintah Filipina menekankan tidak akan membayar uang tebusan yang diminta kelompok militan Abu Sayyaf untuk membebaskan sandera asal Indonesia dan Malaysia. Mereka mengatakan akan tetap berpegang teguh pada kebijakannya.

"Kami melakukan yang terbaik untuk mengamankan pembebasan para sandera dari tangan jahat kelompok Abu Sayyaf, tetapi kami tetap teguh pada kebijakan tanpa tebusan kami," kata juru bicara kepresidenan Salvador Panelo, dikutip dari laman The Straits Times, Jumat 22 Februari 2019.

Mereka mengatakan dengan menuruti perintah para militan, mereka hanya akan lebih banyak menculik untuk mendapatkan uang. 

"Itu hanya akan memberanikan mereka untuk melakukan lebih banyak penculikan, melakukan ekstremis dan kegiatan kriminal lainnya karena mereka dapat membeli lebih banyak senjata," imbuhnya.

Sebuah video menunjukkan para sandera asing meminta pemerintah negaranya masing-masing untuk membebaskan mereka dari tawanan Abu Sayyaf. Di video itu, mereka terlihat terdesak karena para penculiknya mengalungi pisau di leher sandera.

Dengan mata tertutup, mereka mengatakan Abu Sayyaf meminta lebih dari USD700 ribu atau sekitar Rp9,8 miliar untuk para sandera. Diketahui mereka ada di wilayah Jolo.

Baca: Kemenlu RI Konfirmasi 2 WNI Disandera Kelompok Bersenjata

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok militan. Kedua WNI ini berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

"Keduanya diculik kelompok bersenjata Filipina Selatan saat bekerja menangkap ikan di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia, pada 5 Desember 2018 bersama satu orang WN Malaysia," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal, Rabu lalu.

Sejak diterimanya laporan penculikan, lanjut Iqbal, Kemenlu RI telah berkomunikasi dengan keluarga kedua WNI di Wakatobi dan secara berkala menyampaikan update perkembangan upaya pembebasan. 

"Pemerintah terus melakukan upaya-upaya dalam rangka pembebasan kedua WNI dari penyanderaan," ujar Iqbal lagi.
 
Kasus ini adalah penculikan ke-11 yang dilakukan terhadap WNI di perairan Sabah, Malaysia, oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan.


(FJR)


Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

2 weeks Ago

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Bernie Sanders memulai kampanye di tempat…

BERITA LAINNYA