Pemuda Harus Yakin Kekuatan Demokrasi beri Kemakmuran

Fajar Nugraha    •    Rabu, 05 Dec 2018 21:52 WIB
bali democracy forum
Pemuda Harus Yakin Kekuatan Demokrasi beri Kemakmuran
Menlu Retno Marsudi saat berinteraksi dengan 137 mahasiswa dari 57 negara di Nusa Dua, Bali. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Nusa Dua: Suara lagu ‘We Will Rock You’ dari band rock asal Inggris, Queen, mengiringi derap langkah Menteri Retno Marsudi masuk ke sebuah ruangan di Hotel Courtyard Marriot, Nusa Dua, Bali, Rabu 5 Desember 2018.

Di ruangan itu 138 pelajar dari 57 negara berkumpul untuk menunggu Menlu Retno dalam Bali Democracy Student Conference ke-2. Forum ini merupakan bagian dari Bali Democracy Forum ke-11, yang mengambil tema ‘Democracy for Prosperity’.

Keterlibatan pemuda dalam demokrasi menjadi inti dari dialog santai tersebut. Dalam dialog tersebut pemuda meyakini bahwa demokrasi mampu membawa kemakmuran.

“Berbeda itu indah. Indonesia adalah negeri plural dan enjadi berbeda adalah berkah. Satu hal yang harus kalian pupuk sebagai pemuda adalah menghargai orang lain. Jika kalian tidak menekankan nilai itu. Saya kira konflik dan perang akan menjadi masa depan kalian,” ujar Menlu Retno Marsudi di Hotel Courtyard, Nusa Dua, Bali, Rabu, 5 Desember 2018.

“Sejak dari awal, kalian harus menghargai pihak lain, tetap toleran. Saat kalian sibuk berbicara mengenai diri kalian sendiri, maka konflik akan muncul,” tutur Menlu.

“Saling menghormati harus dipupuk sejak saat ini. Jangan takut dengan perbedaan, karena hal itu sangat indah,” ucapnya.


Menlu Retno Marsudi dorong pemuda lebih perhatikan demokrasi. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).


Mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu mengatakan, beberapa orang yang terus berjuang untuk demokrasi. Demokrasi harus selalu dipupuk, seperti halnya perdamaian. Kita saat ini melihat meningkatkanya xenophobia, anti pluralist bahkan rasisme. Bahkan kasus tampak di negara yang demokrasinya sudah paling besar dalam 1.200 tahun.

Selain itu Menlu menambahkan bahwa demokrasi harus secara inklusif. Nilai demokrasi harus dipupuk di dalam hati sejak masa muda.

“Apakah demokrasi membawa kemakmuran? Berdasarkan pengalaman RI. Bentuk inklusif dari demokrasi bisa meningkatkan kemampuan ekonomi. Persiapkan diri kalian dengan baik,” tutur Menlu Retno kepada mahasiswa.

“Dalam pembicaraan tadi ada beberapa hal yang muncul misalnya bagaimana para pemuda meyakini bahwa demokrasi akan membawa Kemakmuran,” jelas Retno.

Harus dipikirkan pula bagaimana anak muda dapat berkontribusi terhadap demokrasi. Disinilah patut dibicarakan mengenai masalah nilai dari sejak awal dalam artian bahwa sejak muda maka perlu ditanamkan nilai yang baik antara lain mengenai masalah demokrasi mengenai masalah toleransi dan sebagainya karena demokrasi akan bisa berjalan kalau kita juga menghargai perbedaan karena namanya demokrasi masing masing orang punya pendapat.

“Oleh karena itu saling hormati perbedaan dan sebagainya menjadi sangat penting artinya bagi sebuah demokrasi untuk berjalan dengan baik untuk membawa kebaikan untuk menyejahterakan rakyat dan pada saat kita bicara mengenai masalah kesejahteraan maka bukan kesejahteraan dari segala segelintir orang tapi kesejahteraan buat semua,” imbuh Menlu Retno.

Tanggapan dari para peserta ini sangat beragam. Seorang pelajar dari Afghanistan, Parwiz Mosamin mengatakan, “Jujur saja, kita butuh demokrasi. Saya percaya demokrasi sangat penting untuk dunia saat ini”.

“Di beberapa negara tidak ada demokrasi, mereka tidak pernah berkembang. Setiap hari mereka selalu berperang. Saya percaya demokrasi bisa mendatangkan kemakmuran. Indonesia contoh baik dari penerapan demokrasi. kita patut belajar,” tegas Parwiz.

Sementara mahasiswa dari Zimbawe, Faith Fore mengatakan, tantangan saat ini yang dihadapi afrika saat ini adalah UN seharusnya menjadi pihak yang bisa menjaga penerapan demokrasi ini

Namun Menlu Retno menambahkan, yang membedakan BDF dengan organisasi lain adalah Indonesia tidak pernah menunjuk tangan untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi yang dipaksakan. Oleh karena itu pemuda sebagai pemimpin masa depan, harus mementingkan tidak hanya pendidikan tetapi juga nilai-nilai pembentuk demokrasi yang sempurna.


(FJR)