Keamanan Maritim Jadi Bahasan Menhan RI-Australia

Sonya Michaella    •    Kamis, 16 Mar 2017 15:44 WIB
indonesia-australia
Keamanan Maritim Jadi Bahasan Menhan RI-Australia
Menhan RI Ryamizard Ryacudu bersama Menhan Australia Marise Payne saat bertemu di Jakarta, 21 Maret 2016. (Foto: AP)

Metrotvnews.com, Sydney: Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne kembali bertemu dalam forum Defence Ministers Meeting di Sydney, Australia. Kedua Menhan ini membahas kerja sama bilateral dan dinamika keamanan regional.

Pertemuan ini merupakan pertemuan reguler kedua Menhan setiap tahun. Pembahasan dalam kerja sama bilateral meliputi kerja sama maritim, kerja sama industri pertahanan dan kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sedangkan pada pembahasan dinamika keamanan regional, kedua Menhan saling bertukar pandangan mengenai keamanan di wilayah Pasifik Selatan, rencana kerja RI dan Australia dalam kerangka ADMM Plus bidang operasi perdamaian serta isu-isu mengenai keberadaan Amerika Serikat di wilayah Australia.

Menhan RI mengapresiasi penyelesaian pihak Australia terkait insiden di sekolah bahasa Australia pada bulan November 2016 yang lalu yang berakibat terhentinya kerjasama militer antara TNI dan Angkatan Bersenjata Australia selama kurang lebih dua bulan. Menhan juga menyampaikan rasa bahagia atas dibukanya kembali kerja sama militer kedua negara.

Seperti keterangan tertulis dari Kementerian Pertahanan RI kepada Metrotvnews.com, Kamis 16 Maret 2017, pada agenda mengenai kerja sama keamanan maritim, Menhan RI menyampaikan kebijakan maritim Indonesia yang terkait dengan Poros Maritim Dunia, peran Indonesia dalam IORA serta memberikan informasi mengenai perkembangan kerja sama trilateral di kawasan Laut Sulu.

Dalam bidang industri Pertahanan Menhan menyampaikan peran KKIP dalam bidang
pengadaan luar negeri dan kemajuan atas pelaksanaan hibah maupun pembelian pesawat C- 130 Hercules dari Pemerintah Australia. Sedangkan di bidang kerja sama Ilpengtek, Menhan RI menyampaikan beberapa upaya Indonesia terkait dengan keamanan siber di lingkungan Pertahanan.

Dalam pembahasan m engenai dinamika keamanan di wilayah Pasifik Selatan, Menhan RI menyampaikan kemajuan hubungan bilateral pertahanan antara Indonesia dan Republik Fiji serta harapan pihak Indonesia kepada Australia untuk dapat mendorong negara-negara di wilayah Pasifik Selatan dalam mendukung kedaulatan RI.

Sedangkan dalam bidang kerja sama ASEAN Defence Ministerial Meeting Plus (ADMM Plus), Menhan RI kembali mendorong peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam keketuaan bersama
Kelompok Kerja Operasi Pemeliharaan Perdamaian untuk periode tahun 2017-2020.

Pada sesi ini, Menhan RI juga memberikan tanggapan mengenai kehadiran Marinir dan Angkatan Udara AS di kawasan dan berharap bahwa keberadaan AS di wilayah Utara Australia tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya-upaya dalam menjaga kawasan Asia Pasifik yang stabil dan damai.


(FJR)