PM Abe Instruksikan Langkah Darurat usai Gempa 7,4 SR

Willy Haryono    •    Selasa, 22 Nov 2016 10:25 WIB
gempa bumi
PM Abe Instruksikan Langkah Darurat usai Gempa 7,4 SR
Pejabat pemerintahan prefektuf Fukushima mengumpulkan data terkait gempa 7,4 SR, 22 November 2016. (Foto: AFP/JIJI PRESS)

Metrotvnews.com, Buenos Aires: Perdana Menteri Shinzo Abe berbicara mengenai musibah gempa bumi 7,4 Skala Richter (SR) -- sebelumnya diberitakan 6,9 dan 7,3 SR -- yang melanda prefektur Fukushima, Selasa 22 November. Abe berbicara di Buenos Aires setelah menghadiri KTT APEC di Lima, Peru. 

Gempa dahsyat tersebut memicu gelombang tsunami, mulai dari ketinggian 30 sentimeter hingga 1,4 meter di daerah pesisir.

"Kami meminta adanya informasi akurat mengenai tsunami dan perintah evakuasi. Kami juga meminta otoritas memahami kondisi kerusakan akibat gempa secepat mungkin, dan mengambil langkah-langkah darurat yang diperlukan," ujar PM Abe, seperti dilansir Guardian

PM Abe mengaku langsung menghubungi kepala kabinet Jepang Yoshihide Suga setelah mendengar laporan gempa. 

"Saya ingin bekerja bersama-sama pemerintah lokal dan melakukan yang terbaik untuk menangani musibah ini secara tepat," ungkap PM Abe.


Wilayah terjadinya gempa 7,4 SR di Fukushima. (Foto: USGS)

Lucy Jones, seismolog dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), mengatakan tsunami akibat gempa kali ini tidak akan sebesar gelombang dahsyat pada 2011. 

Kendati begitu, media Jepang mengingatkan ketinggian gelombang tsunami dapat meningkat seiring berjalannya waktu. Tsunami akibat gempa terbaru juga diprediksi akan beberapa kali menghantam wilayah pesisir Jepang.

USGS mencatat guncangan berlokasi 67 kilometer dari Iwaki, prefektur Fukushima. Kedalaman gempa mencapai sepuluh km.

Prefektur Fukushima terletak di utara Tokyo dan merupakan tempat berdirinya fasilitas pembangkit tenaga nuklir Fukushima Daiichi. Saat gempa bumi dahsyat melanda Jepang pada 2011, Fukushima Daiichi mengalami kebocoran terparah dalam sejarah Jepang.

 


(WIL)