Dua Legislator Pro-Kemerdekaan Hong Kong Dipecat

Arpan Rahman    •    Kamis, 17 Nov 2016 19:11 WIB
hong kong
Dua Legislator Pro-Kemerdekaan Hong Kong Dipecat
Legislator Hong Kong yang dipecat (Foto: EPA).

Metrotvnews.com, Hong Kong: Dalam masa singkat mereka sebagai anggota parlemen, Sixtus Leung dan Yau Wai-ching telah menyuarakan soal ketiadaan hukum. Karier mereka selaku anggota Dewan Legislatif Hong Kong, atau Legco, berakhir hanya 12 hari setelah mereka menjabat. Namun dampaknya sangat besar. 
 
Dengan waktu secepat itu, mereka berhasil menunjukkan kegagalan kerja pemerintah, menginspirasi kerusuhan, dan memprovokasi Partai Komunis di Beijing untuk mencampuri peradilan di wilayah itu. 
 
Menurut The Economist, Kamis (17/11/2016), warisan mereka akan bertahan lama dan mengundang perdebatan.
 
Tidak heran, Pengadilan Tinggi memutuskan pada 15 November bahwa Leung dan Yau, dari pihak yang disebut Youngspiration, tidak layak menempati jabatan mereka di Legco. 
 
Saat mengambil sumpah mereka, bulan lalu, pasangan itu mengumpat, menghina Tiongkok, dan mengibarkan spanduk bertuliskan "Hong Kong bukan Tiongkok". Seorang hakim menyatakan, mereka tidak berlaku "setia dan jujur" sehingga kehilangan kursi mereka.
 
Banyak orang di Hong Kong mengatakan, keduanya berperilaku sopan. Tetapi banyak juga yang kecewa dengan respons pemerintah mereka sendiri serta pemerintah pusat di Beijing. 
 
Para legislator mengkritisi pengaruh Partai Komunis di Hong Kong, yang sering menunjukkan isyarat atau pernyataan untuk melemahkan dampak dari pengambilan mandat mereka ketika telah bersumpah. 
 
Pemerintah daerah memberi Leung dan Yau kesempatan kedua, mengadu ke Pengadilan Tinggi soal pemecatan mereka. Pemerintah pusat, yang takut menerima pasangan itu di Legco, mungkin mendorong penyebaran pandangan pro-kemerdekaan. 
 
Tidak seperti biasanya, Beijing mengeluarkan pernyataan melalui parlemen nasional, jelas bertujuan membujuk pengadilan untuk melawan kedua orang ini. Hakim membantah terpengaruh pernyataan tersebut, tapi banyak pengacara melihatnya sebagai pukulan bagi kemandirian peradilan wilayah itu.
 
Hanya selang beberapa jam, pengadilan menjatuhkan putusan: Yau dan Leung dipecat dari jabatan mereka. Presiden Legco memperingatkan mereka mungkin akan diminta mengembalikan ke Legco sebesar HKD1,8 lebih (setara USD232.000) yang dihabiskan buat gaji dan biaya staf mereka. 
 
Keduanya mengajukan banding atas putusan itu. Dan sepuluh anggota parlemen pro-demokrasi lainnya kini menghadapi kasus serupa di pengadilan. Mereka diadukan oleh kalangan warga biasa, beberapa di antaranya didukung berbagai kelompok pro-komunis. Sebagai balas dendam, seorang demokrat bahkan mengajukan kasus terhadap kepala eksekutif, Leung Chun-ying, dengan tuduhan salah membaca sumpah saat pelantikan pada 2012.
 
Belum ada tanggal yang telah dijadwal untuk pemilu ulang, tetapi kursi mereka akan sengit diperebutkan. Dua hari sebelum putusan pengadilan, puluhan ribu orang bergabung dalam aksi protes melawan mereka yang mendukung kemerdekaan Hong Kong dari Tiongkok.



(FJR)

Dua Orang Masih Ditahan Terkait Teror London

Dua Orang Masih Ditahan Terkait Teror London

9 hours Ago

Polisi telah melakukan total 15 pencarian terkait aksi teror di berbagai alamat di sekitar London.

BERITA LAINNYA