Kukuhkan Kekuatan, Tiongkok Butuh Laut China Selatan

Sonya Michaella    •    Rabu, 19 Oct 2016 08:39 WIB
laut china selatan
Kukuhkan Kekuatan, Tiongkok Butuh Laut China Selatan
Laut China Selatan yang diakui 90 persen adalah milik Tiongkok (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiongkok bersikeras untuk memiliki 90 persen wilayah Laut China Selatan. Pasalnya, hal ini akan semakin mengukuhkan Tiongkok menjadi negara terkuat di dunia.

Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri Thamrin. Ia menilai akan ada pertarungan negara-negara besar di Asia untuk mengukuhkan kedaulatannya.

"Tiongkok sangat butuh akses di Laut China Selatan, itu akan sangat membuat pertumbuhan ekonomi Tiongkok melesat cepat," ujar Yuri saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Selasa (18/10/2016).

Selain itu, kata dia, Tiongkok juga ingin kekuatan angkatan lautnya menguasai dua samudera, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.


Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg, Uni Eropa, Yuri ThamrinMTVN

"Kekuatan angkatan laut Tiongkok saat ini sangat luar biasa. Ini yang dipakai terus menerus di Laut China Selatan. Tiongkok ingin terus mendesak agar Laut China Selatan diakui miliknya," ucap mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri RI ini.

Menurut Yuri, Tiongkok bukan lah negara yang usil di mana tak mengintervensi negara-negara lain.

"Mereka ini perkembangannya maju pesat. Mereka gunakan uang untuk membangun negeri, bukan untuk usil dan intervensi negara lain," tuturnya lagi.

Asia Pasifik naik kelas

Untuk wilayah Asia Pasifik sendiri pun tak lepas dari peran Tiongkok. Yuri membeberkan bahwa nilai perdagangan Tiongkok-Uni Eropa-Amerika Serikat lebih kecil dibanding nilai perdagangan Tiongkok dengan Asia Tenggara, Asia Timur dan ASEAN.

"Asia itu lebih kaya dari pada Eropa. Tiongkok itu punya nilai perdagangan sekitar USD1,2 triliun di kawasan, sedangkan ke Eropa dan AS hanya USD1 triliun," beber Yuri.

Ia juga menilai bahwa keamanan kawasan Asia Pasifik sangat produktif. Di sini, ungkap dia, harus ada perubahan yang lebih baik ke depannya.

"Harus ada perubahan yang lebih baik dari kawasan kita ini. Kita kan punya ASEAN, ARF, APEC dan EAS," pungkasnya.


(AHL)