Pasca Putusan Arbitrase, Duterte Kunjungi Tiongkok

Sonya Michaella    •    Rabu, 19 Oct 2016 18:49 WIB
filipina
Pasca Putusan Arbitrase, Duterte Kunjungi Tiongkok
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte ketika tiba di Beijing. Dirinya disambut Menlu Tiongkok, Wang Yi dan Dubes Tiongkok untuk Filipina (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Beijing: Meskipun memiliki ketegangan dalam kasus Laut China Selatan, tampaknya tak menghalangi Filipina dan Tiongkok untuk membina hubungan baik di bidang lainnya.

Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Yasay saat ia tiba di Beijing, mendampingi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte melakukan kunjungan ke Tiongkok.

"Kasus itu (Laut China Selatan) tak menghambat kami membina hubungan lebih dekat lagi," kata Yasay, seperti dikutip Reuters, Rabu (19/10/2016).

Kunjungan ini adalah yang pertama kali sejak pengadilan internasional di Den Haag memutuskan bahwa Tiongkok tak berhak atas wilayah Laut China Selatan.

Duterte membawa 200 delegasi bisnis terbaik untuk membuka kerja sama ekonomi lebih luas dengan Tiongkok. Pendekatan Duterte ke Tiongkok ini semakin meyakinkan bahwa Filipina akan menjauh dari Amerika Serikat (AS).

Kebalikan dengan AS, Tiongkok terang-terangan mendukung perang narkoba Duterte yang telah menewaskan lebih dari 3.000 orang di Filipina.

"Mungkin kasus teritorial akan membutuhkan waktu yang lama untuk diselesaikan, tapi kami mempunyai hubungan yang baik," jelasnya lagi.

Duterte pun telah menegaskan bahwa tak akan ada tawar menawar wilayah Laut China Selatan dengan Tiongkok pada kunjungan perdananya ini.

Bahkan saat kunjungannya ke Indonesia, Duterte sempat mengatakan bahwa hanya Tiongkok lah yang membantu Filipina dalam hal memberantas narkoba.

Duterte membeberkan bahwa Tiongkok mendanai penuh pusat rehabilitasi pengguna narkoba di Filipina yang sedang dalam tahap finalisasi.



(FJR)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

2 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA