Tiongkok 100 Persen Dukung Sanksi Baru PBB kepada Korut

Fajar Nugraha    •    Selasa, 08 Aug 2017 13:53 WIB
nuklir korea utara
Tiongkok 100 Persen Dukung Sanksi Baru PBB kepada Korut
Menlu Tiongkok Wang Yi dukung sanksi baru untuk Korea Utara (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Beijing: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut). Tiongkok sebagai anggota DK PBB dan sekutu terdekat Korut tegaskan dukung sanksi tersebut.
 
"Kami 100 persen berkomitmen untuk memberlakukan sanksi terbaru PBB terhadap Korea Utara, terkait dengan program senjata nuklirnya," ujar Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, seperti dikutip AFP, Selasa 8 Agustus 2017.
 
"Sudah pasti kami akan mengimplementasikan resolusi itu sepenuhnya dengan ketat," imbuh Wang Yi, di sela-sela pertemuan Asian Regional Forum (ARF) di Manila, Filipina.
 
Salah satu sanksi dalam resolusi itu adalah larangan ekspor yang bertujuan mengurangi pendapatan tahunan Korut hingga USD1 miliar atau setara Rp13,3 triliun. 
 
 
Sabtu 5 Agustus 2017, peningkatan sanksi merupakan kali pertama dalam skala sebesar ini terhadap Korut sejak Donald Trump menjadi Presiden AS.
 
Resolusi DK PBB ini akan melarang semua ekspor batu bara, besi dan biji besi, timbal dan bijih timbal, serta beragam jenis ikan. Pelarangan ini akan mengurangi pendapatan Korut dari bidang ekspor yang nilainya sekitar USD3 miliar per tahun. 
 
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan kepada DK PBB bahwa sanksi terhadap Korut ini meningkat "ke level selanjutnya" dan dipastikan mengganggu Kim Jong-un. 
 
Korut kecam sanksi baru
 
Korut pun mengutuk pemberian sanksi terbaru oleh DK PBB untuk menanggapi program misil balistiknya.
 
 
Pemerintahan Kim Jong-Un itu, menegaskan tidak akan melakukan negosiasi mengenai senjata nuklir, sementara kami terus diancam oleh Amerika Serikat.
 
Korut menyebut, sanksi yang diberikan pada akhir pekan itu adalah "kekerasan dan menghalangi kedaulatan negara".
 
Mereka menegaskan tidak akan pernah mengambil langkah mundur dari penguatan kekuatan misil kami.

 

 
(FJR)