Wawancara Khusus Dubes Thailand untuk Indonesia

Persiapan Upacara Kremasi Raja Bhumibol di Thailand Hampir Rampung

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 16 Sep 2017 09:09 WIB
indonesia-thailand
Persiapan Upacara Kremasi Raja Bhumibol di Thailand Hampir Rampung
Mendiang Raja Bhumibol Adulyadej wafat pada 13 Oktober 2016 (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Tepat pukul 15.52 waktu setempat pada 13 Oktober tahun lalu, Raja Bhumibol menghembuskan napas terakhir. Beliau meninggal akibat sakit yang dideritanya.
 
Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi rakyat Thailand. Masih lekat dalam ingatan rakyatnya berkumpul di depan Rumah Sakit Siriraj, tempatnya dirawat.
 
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengumumkan negara dalam keadaan berkabung selama setahun menyusul wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej dalam usia 88 tahun.
 
Hampir setahun sejak kepergiannya, masyarakat Thailand mempersiapkan diri untuk menghadiri upacara kremasi sang raja. Sejak tahun lalu hingga sekarang, Thailand bebenah untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang raja.
 
"Kami memiliki banyak persiapan untuk upacara kremasi Raja Rama IX. Sejak tahun lalu warga Thailand mayoritas memakai baju berwarna putih dan hitam," seru Duta Besar Thailand untuk Indonesia Pitchayaphant Charnbhumidol kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Kamis 14 September 2017.
 
Untuk persiapan upacara kremasi, pemerintah Thailand membangun paviliun kerajaan di halaman utama dalam Istana Kerajaan. Tempat itu akan dipakai untuk upacara dan diperkirakan lebih dari 10 ribu warga melakukan penghormatan terakhirnya di sana.
 
Dubes Pitchayaphant menuturkan betapa rakyat Thailand sangat menghormati mendiang sang raja.
 
Sementara itu, untuk warga Thailand yang ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan diadakan doa bersama sekaligus membuat karangan bunga untuk dipersembahkan saat upacara kremasi kerajaan. Doa bersama juga akan dilakukan di kuil Buddha Thailand di Jakarta.
 
"Pada 26 Oktober bulan depan, akan ada upacara di kedutaan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada raja. Saya rasa semua persiapan sudah rampung, sebagaimana di Thailand juga sudah selesai," ucapnya.
 
Bhumibol tercatat sebagai raja paling lama berkuasa di dunia, selama 70 tahun setelah menggantikan kakaknya Raja Ananda Mahidol pada 9 Juni 1946.
 
Kematiannya membuat warga Negeri Gajah Putih yang berkumpul di depan gedung rumah sakit menangis ketika mendengar pengumuman itu. Seluruh Thailand berubah menjadi hitam dan putih, tak ada lagi hingar bingar di tempat hiburan kala itu.
 
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sampai bertolak ke Bangkok, Thailand, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mendiang Raja Bhumibol Adulyadej.



(FJR)