Menlu Retno: ASEAN akan Jadi Kekuatan Ekonomi Besar

Sonya Michaella    •    Jumat, 11 Aug 2017 13:42 WIB
asean
Menlu Retno: ASEAN akan Jadi Kekuatan Ekonomi Besar
Menlu Retno Marsudi saat peringatan 50 Tahun ASEAN di Sekretariat ASEAN di Jakarta (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berkeyakinan penuh bahwa ASEAN bisa menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan nanti, mengingat ASEAN kini berusia 50 tahun.
 
Tak hanya itu, ia juga yakin akan ekonomi ASEAN yang semakin meningkat di tahun-tahun berikutnya. Terbukti bahwa setelah 50 tahun berdiri, ASEAN secara keseluruhan yaitu 10 negara mampu membuktikan menjadi satu komunitas ekonomi yang terintegrasi.
 
"Jadi kita yakin bahwa dengan pertumbuhan ekonomi sekarang, dengan integrasi ekonomi yang dilakukan oleh ASEAN, maka ke depan kita mampu sebagai satu kesatuan menjadi kekuatan ekonomi yang besar," kata Menlu Retno, ketika ditemui di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.
 
"Satu kondisi kondusif yang diperlukan, yang sampai sekarang dapat dikelola dengan baik oleh ASEAN adalah mengenai stabilitas dan perdamaian.
 
Menurut Menlu Retno, hal ini merupakan bagian terjadinya pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
 
"Tanpa perdamaian dan stabilitas, akan sulit bagi negara ASEAN untuk melanjutkan pembangunan ekonomi," tutur dia lagi.
 
Ia pun sempat menceritakan kondisi ekonomi pda saat mulai berdirinya ASEAN di mana saat 1967, kondisi ekonomi lima negara pelopor dalam kondisi kurang bagus.
 
"Saya sering ceritakan posisi Indonesia pada saat itu, sehingga para negara ASEAN yang mendirikan ASEAN itu menunjukkan satu keberanian, lima orang yang memiliki visi luar biasa," ungkap dia.
 
Acara 50 Tahun ASEAN digelar cukup meriah di Sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh. 
 
Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman juga terlihat hadir serta Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, mantan Menlu Marty Natalegawa, mantan Menlu Hassan Wirajuda dan sejumlah duta besar perwakilan negara di Jakarta. 



(FJR)