Perjalanan Karier Halimah Yacob Hingga Jadi Presiden Singapura

Arpan Rahman    •    Selasa, 12 Sep 2017 15:53 WIB
politik singapura
Perjalanan Karier Halimah Yacob Hingga Jadi Presiden Singapura
Halimah Yacob, presiden perempuan pertama Singapura (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Singapura: Halimah Yacob menerima Sertifikat Kelayakan oleh Komite Pemilihan Presiden Singapura pada Senin 11 September.
 
Wanita berusia 63 tahun itu menjadi satu-satunya dari tiga calon presiden yang menerima sertifikat tersebut. Berarti pemilihan presiden yang diperuntukkan bagi kandidat dari komunitas Melayu tercapai lewat sebuah kemenangan yang mudah.
 
 
Mantan anggota serikat dan Ketua Parlemen tersebut ditetapkan sebagai presiden perempuan pertama di Singapura. Pada Rabu 13 September, dia akan hadir di gedung Majelis Rakyat di King George's Avenue untuk mengajukan akte pencalonannya. 
 
Dilansir Straits Times, Selasa 12 September 2017, jika disepakati, Komite kembali akan mengumumkan dia menjadi presiden terpilih, dan Yacob memulai masa jabatannya pada Kamis.
 
Berikut, lini masa karir Halimah Yacob: 
 
23 Agustus 1954 - Dia lahir di rumah keluarganya di Queen Street, anak bungsu dari lima bersaudara.
 
1962 - Ayahnya, seorang centeng, meninggal saat Halimah berusia delapan tahun. Ibunya menjual nasi padang dari sebuah gerobak dorong ke arah Shenton Way sebelum membeli sebuah warung jajanan. Dia membantu di kios ibunya, membersihkan, mencuci, membersihkan meja, dan melayani pelanggan.
 
Akhir 1960-an - Dia belajar di Singapore Chinese Girls School, dan merupakan salah satu dari sedikit murid Melayu di sana.
 
1970 - Dia kemudian menjadi siswa di Tanjong Katong Girls School dan mahasiswi University of Singapore di mana dia lulus dengan gelar sarjana hukum.
 
1978 - Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai petugas hukum. Dia menghabiskan lebih dari 30 tahun di sana dan akhirnya ditunjuk sebagai wakil sekretaris jenderal.
 
1980 - Dia menikahi kekasihnya semasa kuliah, Mohamed Abdullah Alhabshee, seorang pengusaha. Mereka memiliki lima anak yang kini berusia antara 26 sampai 35 tahun.
 
2001 - Dia masuk politik atas desakan perdana menteri Goh Chok Tong yang telah bersaing dan memenang empat pemilihan umum sejak itu. Dia merebut kursi di Jurong GRC dan Marsiling-Yew Tee GRC.
 
2011 - Dia menjadi Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda, dan Olahraga.
 
2013 - Dia ditunjuk sebagai ketua parlemen perempuan pertama di Singapura.
 
11 September 2015 - Ibunya, berusia 90, meninggal pada Hari Pemungutan Suara Pemilu 2015. Ibunya sangat dekat dengan Halimah dan dia menggambarkan kehilangannya sebagai "saat paling menyedihkan dalam hidupku".
 
11 September 2017 - Dia ditetapkan menjadi Presiden perempuan pertama Singapura setelah menjadi satu-satunya calon presiden yang menerima Sertifikat Kelayakan.



(FJR)