Bali Democracy Forum ke-10 Menjawab Pertanyaan Efektivitas Demokrasi

Sonya Michaella    •    Kamis, 07 Dec 2017 11:29 WIB
bdf
Bali Democracy Forum ke-10 Menjawab Pertanyaan Efektivitas Demokrasi
Bali Democracy Forum X menarik euforia para delegasi (Foto: Sonya Michaella).

Tangerang: Bali Democracy Forum ke-10 resmi dibuka. Walaupun tidak digelar di Bali karena adanya erupsi Gunung Agung, BDF X ini tetap menarik euforia para delegasi.
 
Gelaran BDF X dibuka dengan tari-tarian khas Bali dan beberapa daerah lain di Indonesia. Setelah itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memberikan pidato pembukaannya.
 
"Tema 'Does Democracy Deliver?' di BDF X ini utamanya menghadapi sejumlah tantangan dan pertanyaan tentang efektivitas demokrasi," ucap Menlu Retno dalam pidatonya di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 7 Desember 2017.
 
BDF X kali ini dihadiri oleh 103 delegasi dari 96 negara dan tujuh organisasi internasional.
 
"Untuk pertama kalinya, BDF X semua menteri yang hadir akan aktif di dua panel diskusi," tutur dia.
 
Setelah Menlu Retno memberikan pidato, giliran Menteri Luar Negeri Tunisia Khemaies Jhinaoui yang melaporkan penyelenggaraan BDF Chapter Tunis, Juli lalu dan harapannya untuk BDF X ini.
 
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla resmi membuka gelaran BDF X ini dengan pidatonya soal demokrasi yang harus ada di setiap negara.
 
Yang spesial di satu dekade BDF ini, akan ada panel konferensi untuk para pelajar dari berbagai negara yang diundang. 
 
BDF merupakan sebuah sarana bagi negara-negara Asia Pasifik untuk saling berbagi pengalaman demokrasi guna menciptakan masyarakat yang lebih demokratis. 
 
Forum tersebut biasanya diadakan setiap bulan Desember. Sesuai namanya, BDF selalu dilaksanakan di Bali. Baru kali ini dan bertepatan dengan 10 tahun, dilaksanakan di Banten karena erupsi Gunung Agung.



(FJR)