Kritik Tiongkok, Aktivis Taiwan Dijebloskan ke Penjara

Willy Haryono    •    Selasa, 28 Nov 2017 17:10 WIB
tiongkok-taiwan
Kritik Tiongkok, Aktivis Taiwan Dijebloskan ke Penjara
Lee Ming-cheh hadir di gedung pengadlan Yueyang, Hunan, Tiongkok, 28 November 2017. (Foto: AFP/STR)

Hunan: Sebuah pengadilan di Tiongkok menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada aktivis Lee Ming-cheh asal Taiwan atas tuduhan mencoba menggoyang kekuasaan pemerintah pusat, Selasa 28 November 2017. Vonis ini semakin memperkeruh hubungan antara Tiongkok dengan Taiwan.

Lee duduk di hadapan panel tiga juri yang membacakan vonis di pengadilan Yueyang di provinsi Hunan. 

Pemerintah Taiwan dan sejumlah grup hak asasi manusia menilai vonis tersebut "sama sekali tidak dapat diterima" dan "bermuatan politis."

Seorang pekerja di grup non-pemerintah (NGO), Lee adalah warga Taiwan pertama yang divonis di Tiongkok atas kasus politik. Terdakwa lain dalam kasus serupa yang merupakan warga Tiongkok, Peng Yuhua, divonis tujuh tahun penjara. 

Seperti dilansir AFP, kedua terdakwa menegaskan mereka tidak akan mengajukan banding. 

Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang mengkonsolidasikan kekuatannya dalam kongres Partai Komunis bulan lalu, menekan segala bentuk kritik dan memperketat aturan di tengah masyarakat sipil sejak berkuasa pada 2012. 

Dalam proses persidangannya pada September, Lee mengaku telah menulis sejumlah artikel dan merilisnya di dunia maya. Artikel yang ditulisnya sebagian besar mengenai demokrasi dan kritik terhadap Partai Komunis Tiongkok.

Istri Lee, Lee Ching-yu, mengatakan vonis ini merupakan "harga yang harus dibayar" atas idealisme sang suami.

"Berjuang demi HAM adalah sebuah komitmen untuk peningkatan kualitas peradaban manusia. Sekali lagi menekankan bahwa saya bangga terhadap dedikasi suami saya," ungkap Ching-yu. 

Sementara itu Direktur Amnesty International East Asia Roseann Rife mendesak Tiongkok segera membebaskan Lee "tanpa syarat" karena aktivis tersebut tidak melakukan kejahatan apapun. 

Kantor kepresidenan Taiwan dan Partai Progresif Demokratik (DPP) menyebut vonis tersebut "tidak dapat diterima."

"Kami mendesak Beijing membebaskan Lee dan memulangkannya ke Taiwan. Kami menyayangkan kasus Lee ini telah merusak hubungan kedua pihak," tulis pernyataan resmi kantor kepresidenan Taiwan.


(WIL)