RI-Jepang Sepakati Pertukaran Nota Pembangunan Pelabuhan Patimban

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 13 Nov 2017 14:27 WIB
indonesia-jepang
RI-Jepang Sepakati Pertukaran Nota Pembangunan Pelabuhan Patimban
RI-Jepang menyepakati pertukaran nota pembangunan Pelabuhan Patimban dan Pusat Riset Universitas Gadjah Mada (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Jakarta: Jepang semakin mempererat hubungan kerja samanya dengan Indonesia di segala bidang, terutama di pembangunan infrastruktur. Karenanya, kedua negara menyepakati pertukaran nota pembangunan Pelabuhan Patimban dan Pusat Riset Universitas Gadjah Mada, hari ini, Senin, 13 November 2017.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia, Desra Percaya, dengan mitranya, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii di kantor Kemenlu RI.

"Saya yakin kesepakatan ini akan semakin meningkatkan hubungan bilateral RI – Jepang, khususnya di bidang infrastruktur dan pengembangan SDM," ujar Desra, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Metrotvnews.com.

Penandatangan Naskah Pertukaran Nota kerja sama pembangunan yang bernilai sekitar Rp15 triliun tersebut dilakukan bersama dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, atas nama pemerintah masing-masing. 

Hubungan kerja sama ini ditenggarai dalam rangka 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang pada 2018 mendatang. Pembahasan mengenai kerja sama ini juga dilakukan kedua kepala negara, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Shinzo Abe di sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Manila, Filipina, kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa ada kemajuan kerja sama antar kedua negara, yang akan menjadi kado bagi 60 tahun hubungan diplomatik yang terjalin erat selama ini.

Dari data Kedubes Jepang di Indonesia, pembangunan Pelabuhan Patimban mencapai 118 miliar Yen. Proyek pembangunan pelabuhan baru yang dilengkapi dengan terminal peti kemas dan terminal kendaraan di Patimban. 

Patimban sendiri merupakan kawasan yang terletak di sebelah timur ibu kota Jakarta, bertujuan untuk memperkuat fungsi logistik di kawasan ibukota dan sekitarnya sehingga dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui perbaikan iklim investasi.

Sementara pembangunan pusat riset UGM senilai 8 miliar Yen. Proyek pembangunan dan pembenahan fasilitas pendidikan, riset dan kejuruan yang menjalin kolaborasi antara industri dan akademi di Universitas Gadjah Mada.

Tujuannya untuk memperbaiki kualitas pendidikan serta mendorong riset dan pengembangan produk sehingga dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan industri.



(FJR)