Iran Bebaskan Sementara Mata-mata AS

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 29 Jan 2018 11:25 WIB
as-iran
Iran Bebaskan Sementara Mata-mata AS
Iran bebaskan sementara mata-mata AS. (Foto: Medcom.id).

Teheran: Iran membebaskan sementara Baquer Namazi, bekas pejabat UNICEF yang dituduh menjadi mata-mata untuk Amerika Serikat. Pria berusia 81 tahun itu diberi `angin segar` selama empat hari atas pertimbangan kemanusiaan.

"Namazi dilarikan ke rumah sakit pada 15 Januari lalu. Ini kali keempat dia dibawa ke rumah sakit sejak tahun lalu lantaran tekanan darahnya yang parah, detak jantung tak teratur, energi yang menurun," ujar pengacara Namazi, Jared Genser, seperti dilansir dari laman AFP, Senin 29 Januari 2018.

September lalu, Namazi menjalani operasi jantung darurat untuk memasang alat pacu jantung. Kementerian Luar Negeri AS menyambut baik langkah itu, namun mereka tetap mengharapkan pembebasan Namazi.

"Kami menyambut baik pembebasan Baquer Namazi karena kesehatannya memburuk. Namun kami mencatat bahwa pembebasan hanya sementara," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert dalam sebuah pernyataan. "Kami menyerukan agar Iran segera membebaskan seluruh keluarga Namazi, termasuk anaknya, Siamak, dan orang-orang Amerika lainnya."

Namazi bersama Siamak dipenjara dengan tuduhan spionase dan kolaborasi dengan pemerintah Amerika pada Oktober lalu. Mereka memiliki kewarganegaraan ganda, Iran dan Amerika Serikat.

Putra tertua Namazi mengatakan, mengembalikan ayahnya ke penjara dapat mengancam nyawa pria tersebut. "Saya mohon otoritas Iran untuk menunjukkan belas kasihan dan membebaskan ayah saya untuk bisa menghabiskan sisa waktu bersama keluarganya sebelum meninggal dunia."

Tak hanya Namazi, beberapa orang AS juga ditahan pemerintah Iran. Mereka dianggap mata-mata, di antaranya adalah peneliti Tiongkok AS dari Universitas Princeton Xiyue Wang.


(ICH)