Duterte Sarankan Beberapa Opsi untuk Pembebasan ABK WNI

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 09 Jan 2018 18:17 WIB
abu sayyafpenyanderaanwni disandera abu sayyaf
Duterte Sarankan Beberapa Opsi untuk Pembebasan ABK WNI
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kanan) bersama Menlu RI Retno Marsudi di Manila, 8 Agustus 2017. (Foto: AFP/ROMEO RANOCO)

Jakarta: Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Davao, Filipina Selatan, awal bulan ini. Salah satu yang dibahas adalah mengenai pembebasan lima sandera asal Indonesia.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Lalu Muhammad Iqbal menuturkan bahwa dalam pertemuan itu keduanya berkomitmen melakukan pembebasan sandera. 

Upaya pembebasan akan dilakukan di tengah kondisi Filipina Selatan yang kacau akibat terorisme.

"Ada beberapa saran yang diberikan Presiden Duterte kepada Bu Menlu (Retno), dan itu menjadi salah satu pembahasan kita," ujar Iqbal, saat ditemui di Kantin Diplomasi Kemenlu, Jakarta, Selasa 9 Januari 2018.

Sayangnya, Iqbal enggan mengungkapkan opsi apa saja yang diberikan Filipina. Namun, dengan yakin dia menegaskan tidak ada opsi militer.

Indonesia meminta pemerintah Filipina membantu pembebasan sandera ABK RI. Pasalnya Indonesia tidak mau berhubungan dengan para penyandera.

Baca: Disandera Abu Sayyaf, 5 ABK WNI di Filipina dalam Kondisi Baik

"Prinsip Indonesia pastinya tidak mau menghubungi atau berkomunikasi dengan pihak yang menjahati kita (penyandera). Karenanya kita minta kepada Presiden Duterte untuk membantu dalam pembebasan sandera tersebut," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir pekan lalu.

Masih ada lima sandera asal Indonesia yang ditahan kelompok pemberontak Filipina, Abu Sayyaf. Tahun lalu, Indonesia berhasil membebaskan dua sandera.

Medan yang sulit serta berpindah-pindahnya para sandera menjadi kendala tersendiri untuk membebaskan mereka.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA